Home »

Bogor

Wiranto: Ancaman Narkoba Bisa Jadi Instrumen Perang Baru

Dalam acara Hani (Hari Anti Narkotika Internasional) yang ia hadiri tersebut, pihak TNI AL juga sempat diberi penghargaan atas kinerjanya.

Wiranto: Ancaman Narkoba Bisa Jadi Instrumen Perang Baru
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Wiranto saat diwawancarai sejumlah wartawan di BNN Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIGOMBONG - Menkopolhukam Wiranto mengatakan bahwa ancaman narkoba bisa menjadi instrumen proxy war (perang proksi) karena akibatnya menimbulkan korban yang sungguh mengkhawatirkan.

"Ancaman narkoba bisa menjadi untuk proxy war, untuk perang baru, perang modern, lebih murah, lebih tidak tentara, tidak dikecam internasional, tapi korbannya sungguh sangat mencemaskan," ujar Wiranto saat ditemui di BNN Lido, Cigombong, Kabupaten Bogor, Kamis (12/7/2018).

Ia menuturkan bahwa bahwa narkoba ini bukan hanya di depan mata, tapi sudah dialami sekarang.

Karena, lanjut dia, hasil penyitaan pihak petugas dalam penyulundupan narkoba baru-baru ini tidak dalam hitungan kilogram namun ton.

"Bahaya narkoba ini bukan di depan mata, sudah kita alamai sekarang, kita sedang berperang dengan itu, hasil tangkapan-tangkapan itu tidak bunyi 10 kg, bunyi 100 kg, bunyinya ton," kata dia.

Dalam acara Hani (Hari Anti Narkotika Internasional) yang ia hadiri tersebut, pihak TNI AL juga sempat diberi penghargaan atas kinerjanya.

Yakni Komandan KRI Sigurot, Mayor Laut Arizzona Bintara SD yang berhasil mengungkap narkoba selundupan sebanyak 1,0375 ton sabu di perairan teluk Philips, perairan Batam pada 7 Februari 2018 lalu.

"Kalau lihat tangkapan udah luar biasa, ton-tonan kan, artinya apa, yang belum ketangkep juga masih ton-tonan.
Oleh karena itu mari kita bersama sama, secara total melawan bagaimana kegiatan narkoba berkahir di negeri ini," kata Wiranto.

"Kalau kita tidak lawan bersama-sama secara total, kita menjadi sampah di sini, semua dibuang ke Indonesia, kenapa, karena perbatasan kita ini luas, negara maritim, tempat masuk narkoba itu banyak sekali," tambahnya.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help