Home »

Metro

Disdik Kota Bogor Sebut Dana BSM Tersendat Karena Pilkada

"Harusnya ke Pemda, ke disdik itu perubahannya kita mengikuti kesana. Kita coba ke dinas dulu menyampaikan," paparnya.

Disdik Kota Bogor Sebut Dana BSM Tersendat Karena Pilkada
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan (Subag Renlap) Dinas Pendidikan Kota Bogor Jajang Koswara sedang menerima keluhan orangtua siswa, di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jumat (13/7/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Bantuan Siswa Miskin (BSM) tahun ini mengalami penurunan, dari sebelumnya tahun 2017 sebanyak kurang lebih 8 miliar. Namun kali ini hanya menjadi 2 miliar.

Menanggapi hal itu, Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan (Subag Renlap) Disdik Kota Bogor Jajang Koswara mengaku bahwa pernurunan itu terjadi karena perbedaan kepengurusan.

Jajang menyebut usulan BSM dikelola oleh bidang Kemasyarakatan (Kemas) di Sekretariat Daerah Pemkot Bogor sejak 2017. Sebelumnya kepengurusan berada di Dinas Pendidikan Kota Bogor.

"BSM sekarang ini mengalami penurunan karena proposal dari sekolah terlambat. Sekolah yang mengajukan ke Balaikota Kemas, dari kemas kita verifikasi, kalau dulu ke Disdik sekarang pihak sekolah ke Balaikota dulu, ke Pemkot dulu baru ke disdik," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com saat dihubungi, Sabtu (14/7/2018).

Selain itu kata Jajang, mengenai bantuan yang berkurang ini, terkadang pihak sekolah juga terlambat mengirim proposal ke pihak kemas. Akibatnya, proposal tersebut tidak masuk ke anggaran perubahan .

"Harusnya ke Pemda, ke disdik itu perubahannya kita mengikuti kesana. Kita coba ke dinas dulu menyampaikan," paparnya.

Sampai saat ini, Disdik pun berusaha meminta keringanan dan menaikkan angka 2 miliar menjadi 6 miliar.

"Nilainya turun jadi 2 miliar tahun ini kalau dulu kan hampir 8 miliar. Semoga turun dari DPRD sebanyak 6 miliar, Mudah-mudahan di ACC sama Dewan," terangnya.

Jajang pun sudah bertemu dengan beberapa pihak. Namun pendanaan tersendat karena ada Pilkada.

"Ada Pilkada juga mungkin pendanaannya dulu ditunda, tapi insha Allah akan segera dianggarkan. Karena untuk yang bansos ini, akan diperhatikan gitu kata mereka," sebut Jajang.

Untuk informasi lanjutnya, bahwa BSM itu adalah untuk membantu siswa yang rawan D.O termasuk juga rawan ijazahnya tertahan.

Hingga informasi ini dibuat, dirinya masih mengumpulkan data sekolah yang mendapatkan bantuan BSM.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help