Home »

Metro

Pileg Kota Bogor 2019

Sistem Informasi Pencalonan di KPU Kota Bogor Sempat Error Saat 3 Parpol Terakhir Mendaftar

Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna mengatakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon) milik KPU sempat bermasalah dan menghambat pendaftaran.

Sistem Informasi Pencalonan di KPU Kota Bogor Sempat Error Saat 3 Parpol Terakhir Mendaftar
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Suasana saat pendaftaran bakal calon legislatif di kantor KPU Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Ketua KPU Kota Bogor, Undang Suryatna mengatakan Sistem Informasi Pencalonan (Silon) milik KPU sempat bermasalah dan menghambat pendaftaran.

"Yang jelas tiga partai seingat saya yang melapor silonnya error pada saat injury time," kata Undang kepada TribunnewsBogor.com saat dihubungi, Jum'at (20/7/2018).

Udang tak bisa memastikan penyebab dari kerusakan tersebut.

"Saya tidak tahu persis penyebabnya apakah bener rusak atau gimana, karena mereka pun belum siap mengupload ke silon," akunya.

Meski error, KPU Kota Bogor masih tetap menerima ketiga partai tersebut.

Hal itu berdasarkan solusi dari KPRI untuk mengantisipasi adanya kerusakan pada aplikasi silon.

"Solusi kemarin dari KPRI menggunakan hard copynya yang diserahkan ke KPU nah kita akan periksa hard copy sesuai format, format sesuai bentuk hard copy, Hard copynya tetap harus dimasukin, kalau memang ada kendala disana hank atau apa, ya memang partai ini yang bisa akses karena data mereka, KPU tidak bisa lihat akses data mereka," tambah Undang.

Dikatakannya bahwa saat itu, ketiga parpol tersebut mendaftar pada situasi yang sangat genting, terlebih antrean di KPU terbilang banyak karena mendaftar di injury time.

"Tapi memang di hari terakhir itu apakah karena silon atau tidak kita terima saja dokumen hard copy itu karena batas waktu hampir berakhir," terangnya.

Dengan demikian, pihaknya pun tak memaksa ketiga parpol itu untuk menggunakan silon

"Karena hari terakhir makanya kita tidak mungkin memaksakan mereka menggunakan silon itu pada situasi itu, paling tidak ada hard copynya, nah kemarin memang ada beberapa partai yang menyerahkan pakai hard copy kata mereka ada kendala di silon. Sehingga kita terima tetapi tetap masukan ke dalam silon. Tetap sepanjang itu sesuai dengan format ketentuan," pungkasnya.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help