Satukan pengguna Implan Koklea, Komunitas KIKI Dibentuk

Tujuannya untuk menjangkau lapisan masyarakat sangat sulit, terlebih alat tersebut hanya tersedia di wilayah Jawa.

Satukan pengguna Implan Koklea, Komunitas KIKI Dibentuk
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Komunitas Keluarga Implan Koklea Indonesia (KIKI) mengadakan gathering sekaligus launching pertama kalinya di Kebun Raya Bogor, Minggu (28/7/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Komunitas Keluarga Implan Koklea Indonesia (KIKI) mengadakan gathering sekaligus launching pertama kalinya.

Acara tersebut dihadiri oleh 125 orang yang terdiri dari pemakai Implan Koklea dari berbagai wilayah di Indonesia.

"Kiki ini baru saja dibentuk menggabungkan keluarga yang terpisah di seluruh Indonesia, pertemuan pertama KIKI lintas merek dari beberapa merek, ini pertama kalinya, ada juga yang paling jauh seperti Medan," kata Penggagas KIKI Illian Deta Arta Sari kepada TribunnewsBogor.com, di Kebun Raya Bogor, di Lapangan III Randu, Minggu (29/7/2018).

Illian menyebut pengguna Implan koklea sekitar 1500 orang diseluruh Indonesia. Hal itu masih terbilang sedikit dari penderita penyandang tuna rungu yang berjumlah berkisar 1 juta orang.

"Kalau di seluruh Indonesia pemakain implan koklea itu ada sekitar 1500 orang, sangat sedikit dibandingkan orang yang mengalami ketulian di seluruh Indonesia ini," bebernya.

Sempat Dirahasiakan, Terungkap Ini Sosok Calon Istri Denny Sumargo, Bukan Wanita Sembarangan

Tujuannya untuk menjangkau lapisan masyarakat sangat sulit, terlebih alat tersebut hanya tersedia di wilayah Jawa.

"Yang sudah terhubung baru sekitar 350 karena tidak semua memakai medsos, FB dan WhatsApp. Untuk membentuk komunitas ini saja kita menggunakan medsos agar terhubung ke semua masyarakat di Indonesia," ucapnya.

Besar harapan Illian agar masyarakat yang memiliki keluarga penyandang tuna rungu agar mau bergabung dengan komunitasnya.

"Bagaimana pendidikan publik, ini loh ada jalan masih bisa mendengar dengan implan koklea. Banyak yang gak tau dengan itu kita menjelaskan kepada yang tidak tau, dipikirnya tidak bisa bicara tidak bisa mendengar. Ada juga implan koklea itu sangat beresiko padahal sangat aman meskipun dimasukkan ke kepala di bor di tengkoraknya itu aman," paparnya

"Besar harapan kita agar masyarakat tak perlu khawatir, tak perlu takut. Untuk mendapatkan nya juga mudah, apalagi kalau orang Bogor bisa ke Bandung atau ke Jakarta, kisaran harga 250 sampai 700 juta," imbuhnya.

Meski harga terbilang mahal. Namun hasilnya terbukti, seperti dari hasil pemakai Implan Koklea menunjukkan prestasi baik akademik maupun di bidang olahraga.

"Masih banyak anak tuli dikucilkan, ternyata mereka masih punya harapan selagi ada dukungan keluarga. Contohnya saja prestasi mereka mulai dari olimpiade biologi, ada S1, S2 caumlade terus ada yang hafidz Al-Qur'an. Bayangkan telinga kita aja susah ngafalin 1 juz, sampai sekarang anak ini udah 15 juz masih terus berproses. Kebetulan lagi gak hadir sekarang karena lagi persiapan lomba," pungkasnya.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved