Klarifikasi Soal 100 Juta Orang Miskin, SBY Percaya Data BPS yang Sebut Orang Miskin 26 Juta Orang

SBY juga akan mendukung Jokowi bila kebijakan soal penundaan proyek infrastruktur, yang dialihkan untuk program penurunan kemiskinan.

Penulis: yudhi Maulana | Editor: Vivi Febrianti
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Calon Wali Kota Bogor, Bima Arya saat mengobrol bersama Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo bambang Yudhoyono, Senin (26/3/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentang 100 juta orang miskin di Indonesia menuai beragam reaksi, terutama dari kalangan pendukung pemerintah.

SBY mengatakan soala 100 juta orang miskin saat melakukan kunjungan ke kediaman Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Dikutip dari Kompas.com, SBY mengatakan, dalam pertemuan tersebut diidentifikasi apa saja yang dihadapi rakyat miskin yang menurut dia angkanya mencapai sekitar 100 juta orang.

"Kami sepakat bahwa persoalan yang dihadapi mereka itulah yang harus dijadikan prioritas pemimpin dan pemerintahan mendatang untuk mengatasinya secepat-cepatnya," ujar SBY yang berdiri di samping Prabowo.

SBY mengaku selama ini memperhatikan hasil survei berbagai lembaga soal tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan Joko Widodo.

Pernyataan SBY soal jumlah rakyat miskin di Indonesia itu mendapat beragam komentar, tak terkecuali dari pihak Istana.

Mendapati beragam reaksi tersebut, SBY pun memberikan klarifikasinya.

Di akun Twitter resmi SBY, ia memberikan penjelasan terkait 100 juta orang miskin.

Senang SBY Dukung Prabowo, Ruhut Sitompul : Aku Tak Mau Jokowi Vs Kotak Kosong

Ditanya Soal Ancaman dan Intimidasi yang Diterima, Najwa Shihab : Kalau Gue Cerita Gue Malu

Ia menjelaskan, selama ini banyak yang salah megnartikan soal The Bottom 40, yakni istilah yang digunakan oleh World Bank Group yang bermakan 40 persen penduduk golongan bawah di masing-masing negara.

Dalam klarifikasinya, SBY membandingkan capaian program penurunan kemiskinan, dimana ia mengklaim selama menjabat 10 tahun sudah berhasil menurunkan kemiskinan sebesar 6 persen.

Sementara Jokowi bari mencapai 1 persen dalam kurun waktu 3 tahun menjabat.

SBY juga percaya soal data dari Badan Pusat Statistik yang menyebut jumlah orang miskin di Indonesia hanya sekitar 26 juta orang.

SBY juga akan mendukung Jokowi bila kebijakan soal penundaan proyek infrastruktur, yang dialihkan untuk program penurunan kemiskinan.

Berikut kultwit soal klarifikasi SBY tentang 100 juta orang miskin yang dikutip dari akun Twitter-nya.

Tolak Rekomendasi Ijtima Ulama Jadi cawapres Prabowo, Begini Klarifikasi Ustaz Abdul Somad

Direkomendasikan Jadi Cawapres Prabowo, Ustaz Abdul Somad : Doakan Istiqomah Jadi Ustaz Sampai Mati

Teman-teman, saya perlu berikan klarifikasi menyangkut pernyataan saya ttg perlunya kita memperhatikan "the bottom 40" *SBY*

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved