Dalam Sepekan, Pipa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Sudah 27 Kali Alami Kebocoran

Deni menjelaskan, dari data PDAM Tirta Pakuan wilayah Sukaraja, Cimahpar hingga Tanah Baru dipastikan tidak mendapatkan pasokan air.

Dalam Sepekan, Pipa PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor Sudah 27 Kali Alami Kebocoran
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Petugas sedang memperbaiki kebocoran pipa PDAM Tirta Pakuan di Jalan Sudirman Kota Bogor, Jumat (3/8/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TIMUR - Kebocoran pipa rupanya masih sering terjadi dialiran pipa milik PDAM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Dalam sepekan ini saja sejak memasuki bulan Agustus, sudah 27 kali terjadi kebocoran pipa dialiran pipa PDM Tirta Pakuan Kota Bogor.

Direktur Utama PDAM Tirta Pakuan, Deni Surya Sanjaya mengatakan kebocoran pipa PDAM dalam bulan sebelumnya terdapat 31 titik bocor.

"Dalam sebulan ada bocor besar dan kecil dengan jumlah bisa mencapai 400 titik kebocoran, tapi tetap kami tangani," katanya usai acara temu pelanggan Rabu (8/8/2018)

Selain itu kata Deni kendala lainnya adalah menurunnya debit air baku sungai Cisadane yang menurun.

"Kendalanya tidak bisa menyalahkan alam tetapi proses teknis tidak bisa memaksa air baku yang masuk 1.550 liter perdetik, menurun dari angka normal 1.700 liter perdetik, dengan produksi yang menurun hingga menghasilkan 1.400 liter perdetik, Karena sistem jaringan kami mengandalkan gravitasi, tidak menggunakan pompa sehingga daerah yang dataran tinggi tidak kebagian air," katanya.

Deni menjelaskan, dari data PDAM Tirta Pakuan wilayah Sukaraja, Cimahpar hingga Tanah Baru dipastikan tidak mendapatkan pasokan air.

"Saya juga sudah jelaskan kepada perwakilan pelanggan PDAM Tirta Pakuan, banyak kendala teknis PDAM Tirta Pakuan, saat ini kami berharap SPAM Katulampa segera terealisasi," tuturnya.

Sementara itu Wali Kota Bima Arya Sugiarto yang turut hadir dalam acara tersebut menjelaskan banyak persoalan PDAM Tirta Pakuan yang semuanya bisa dijelaskan, salah satu contoh air keruh.

Menurutnya saat ini banyak faktornya, yang terbesar mempengaruhi yaitu faktor alam.

"Diluar itu ada kebocoran, pipa pecah dan terbanyak keluhan pasokan air yang tidak ada karena debit air baku menurun, tapi kedepannya kami akan perbaiki, kami sampaikan sesungguhnya ke pelanggan secara gamblang," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved