Pilpres 2019

Soal UAS Jadi Cawapres Prabowo, Aa Gym: Jangan Sampai Ulama Hanya Dipakai untuk Dorong Mobil Saja

Aa Gym tidak ingin, ulama hanya dijadikan alat untuk mendorong seseorang untuk terpilih saja, setelah terpilih, tidak bisa berbuat apa-apa.

Soal UAS Jadi Cawapres Prabowo, Aa Gym: Jangan Sampai Ulama Hanya Dipakai untuk Dorong Mobil Saja
YouTube/Kolase
Aa Gym (kanan) dan Ustaz Abdul Somad (kiri) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Aa Gym ikut berkomentar soal banyaknya ulama, termasuk Ustaz Abdul Somad (UAS) yang direkomendasikan menjadi cawapres.

Menurut Aa Gym, hal itu baik, namun jangan sampai tujuannya tidak tulus dan hanya dijadikan alat saja.

Aa Gym juga berharap, nantinya jika ada ulama yang akan memimpin, sosok itu benar-benar pantas jadi pemimpin.

Hal itu disampaikan oleh Aa Gym di acara Indonesia Lawyer Club (ILC), Selasa (7/8/2018) malam.

"Yang penting ulama ini jangan dipakai ngedorong mobil, giliran mobilnya udah maju ketinggalan ulamanya. Saya tidak setuju kalau ulama hanya dijadikan alat untuk ngedorong kepilihnya seseorang. Tapi udah kepilih, lewat," kata Aa Gym dilansir dari tayangan ILC bertema 'Mendaulat UAS' di YouTube, Rabu (8/8/2018).

Untuk itu, Aa Gym berharap agar ulama yang dipilih untuk jadi pemimpin ini benar-benar memiliki kemampuan untuk memimpin.

"Makanya jangan cari ulama yang cuma bisa ngedorong, cari ulama yang bisa nyetir dari dalam. Jangan salah nyari ulamanya, cari ulama yang punya kemampuan, di dalam itu membantu supirnya, harus berani berkata tidak, jangan sampai ulama diajak hanya untuk ngedorong," jelasnya lagi.

Ia pun mengatakan, jika memang takdirnya ulama memimpin Indonesia ke depan, harus ulama yang memiliki komitmen jelas.

"Jadi inginnya, kalaupun nanti ada takdirnya ulama, yang bener-bener punya kemampuan leadership yang bagus, punya komitmen yang jelas terhadap negeri ini, dan yang pasti takut kepada Allah SWT," tambahnya.

Sebab, kata Aa Gym, bagi orang yang tidak takut kepada Allah SWT, maka ia akan memiliki sifat penjilat.

Halaman
12
Penulis: Vivi Febrianti
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help