Jasad Anton Yang Terkubur Di Lahan Kosong Buat Gempar Warga Ciampea, Diduga Korban Pembunuhan

Menurut Kapolsek Ciampea Kompol Adi Fauzi awalnya warga mengira bau menyengat tersebut berasal dari bangkai tikus yang membusuk.

Jasad Anton Yang Terkubur Di Lahan Kosong Buat Gempar Warga Ciampea, Diduga Korban Pembunuhan
Istimewa
lokasi penemuan jasad pria bernama Antonio (21) di Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis (9/8/2018). 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Mohamad Afkar Sarvika

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAMPEA - Sesosok mayat terkubur di sebuah lahan kosong buat geger warga Desa Bojong Rangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Kamis (9/8/2018).

Mayat beridentitas Antonio (21) itu pertama kali ditemukan warga setempat yang pada awalnya mencium bau busuk di area lahan kosong itu sekira pukul 11.00 WIB.

Menurut Kapolsek Ciampea Kompol Adi Fauzi awalnya warga mengira bau menyengat tersebut berasal dari bangkai tikus yang membusuk.

Namun saat ditelusuri lebih jauh, bau tersebut ternyata berasal dari gundukan tanah baru berukuran cukup besar.

"Karena mencurigakan, akhirnya gundukan tanah itu digali, kemudian warga melihat ada kami manusia," ujar Adi saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Saat itu, warga pun langsung melaporkan temuan mayat tersebut ke pihak kepolisian.

"Polisi langsung datang ke lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara," ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan, jasad tersebut diketahui bernama Antonio (21) warga Warung Kauman, Ciampea, Kabupaten Bogor.

"Sudah diketahui identitasnya karena sebelumnya ada keluarga yang pernah lapor kehilangan anggota keluarganya sejak 15 hari lalu, ciri-cirinya sama yakni mengenakan kaus merah dan celana biru," urainya.

Adi pun menduga bahwa Antonio menjadi korban pembunuhan. Sebab, kata dia, korban meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar.

Kini, jasad Antonio diketahui telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati untuk diotopsi.

"Kita masih lakukan penyelidikan, untuk mengetahui secara pasti penyebab kematiannya," tandasnya.

Penulis: Mohamad Afkar Sarvika
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help