Harga Lokasi Relokasi Terlalu Mahal, Komisi B DPRD Sebut Harusnya Pemkot Bogor Bangun Pasar

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor Edi Darmawansyah menilai bahwa lokasi yang disediakan Pemda Kota Bogor bukanlah tempat relokasi.

Harga Lokasi Relokasi Terlalu Mahal, Komisi B DPRD Sebut Harusnya Pemkot Bogor Bangun Pasar
TribunnewsBogor.com/Aris Prasetyo Febri
PKL di Jalan Dewi Sartika 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Sterilisasi Jalan Dewi Sartika dari Pedagang Kaki Lima rupanya mengalami kendala.

Sampai hari ini, Pemkot Bogor belum bisa merelokasi para PKL di kawasan Dewi Sartika.

Wakil Ketua Komisi B DPRD Kota Bogor Edi Darmawansyah menilai bahwa lokasi yang disediakan Pemda Kota Bogor bukanlah tempat relokasi.

"Menurut saya itu bukan relokasi, melainkan merubah status PKL menjadi pedagang toko. Kenapa, karena ada konsekuensi logis yang harus ditanggung oleh PKL, mereka harus membayar 20 Juta per meter dengan DP 20 persen menurut PT Javana, artinya jika kios tersebut luasnya 2x3 meter maka para pedagang harus bayar 120 juta dan jika DP 20 persen maka harus membayar 24 juta," ucapnya politisi PBB.

Edi menjelaskan bahwa jika itu dilakukan sama saja seperti menghilangkan PKL

"Saya sempat mengatakan di depan Plt. dan Dinas UMKM ini sama saja dengan membunuh PKL karena modal mereka saja tidak sampai 20 juta sedangkan mereka harus membayar DP 24 juta. Saya mengusulkan kepada UMKM jika memang ingin dipindahkan maka mereka harus memberikan tanpa DP dan harga per meter 15 juta," katanya.

Edi pun mengatakan bahwa seharusnya ada langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot Bogor.

"Jika memang mereka berpihak pada PKL, beli lahan tapi dibangun pasar tradisional bukan ruko, karena pasar tradisional lah yang mampu dibeli oleh PKL," ucapnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved