Pilpres 2019

Dugaan Mahar Politik Rp 500 miliar, Bawaslu Bisa Usut Meski Tak Ada Laporan

Lebih lanjut, dirinya mengakui jika saat ini pihaknya belum menemukan temuan dan menganggap informasi yang beredar sebagai informasi awal.

Dugaan Mahar Politik Rp 500 miliar, Bawaslu Bisa Usut Meski Tak Ada Laporan
KOMPAS.com/ MOH NADLIR
Komisioner Bawaslu RI Fritz Edward Siregar 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Fritz Edward Siregar angkat bicara soal dugaan mahar politik yang dilontarkan Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikannya melalui tayangan Metro TV yang diunggah di YouTube, Senin (13/8/2018).

Fritz mengatakan, pihaknya dapat mengusut dugaan mahar politik jika memenuhi dua syarat.

"Sebenarnya ada dua cara bagaimana sebuah perkara itu dapat dimulai di Bawaslu. Pertama, karena ada sebuah temuan, ataupun kedua karena laporan, kami mau meminta para pihak yang merasa tahu terhadap informasi tersebut," ungkap Fritz.

Bawaslu, kata Fritz, memberikan batas waktu terkait pelaporan itu.

"Apabila sampai dengan batas waktu yang akan diberikan Bawaslu, bahwa memang tidak ada. Maka Bawaslu akan melakukan klarifikasi untuk segera melakukan pemanggilan kepada para pihak," ungkap Fritz.

Lebih lanjut, dirinya mengakui jika saat ini pihaknya belum menemukan temuan dan menganggap informasi yang beredar sebagai informasi awal.

"Kami menganggap informasi yang beredar itu adalah sebuah informasi awal. Kalau dibilang barang bukti harus ada kesaksian, dokumen, surat, barang. belum sampai pada temuan," tegas dia.

Jika tidak ada temuan, Fritz mengatakan, Bawaslu bisa melakukan pemanggilan kepada semua pihak yang mengetahui persoalan tersebut.

"Sebenarnya juga tidak (menunggu ada laporan) bisa saja Bawaslu berdasarkan melihat situasi kondisi dari sebuah keadaan dan keakuratan informasi," jelas dia.

"Maka Bawaslu bisa melakukan inisiasi untuk melakukan pemanggilan kepada para pihak yang diduga tahu terhadap sebuah pelanggaran dan baru akan dilakukan klarifikasi," imbuh Fritz.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help