Nasib Bayi Tanpa Anus di Depok, Orangtua Berharap Pemkot Depok Ikut Bantu Biaya Berobat Anaknya

Kini ia berharap Pemkot Depok dapat memberi bantuan dana yang diperlukan untuk biaya rawat jalan Rayyan.

Nasib Bayi Tanpa Anus di Depok, Orangtua Berharap Pemkot Depok Ikut Bantu Biaya Berobat Anaknya
Wartakota/Ilustrasi
Ilustrasi Bayi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Oklavia Supriatin (39) dan Haryanto (44) menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang terkesan tak memperhatikan nasib anaknya, Rayyan Haryo Ardianto.

Padahal Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Lies Karnawati menyatakan akan meminta klarifikasi Rumah Sakit Grha Permata Ibu (GPI) terkait dugaan kelalaian yang membuat nyawa Rayyan nyaris terancam.

"Ya merasa kurang diperhatikan sih, padahal ngomongnya mau minta klarifikasi. Tapi sampai sekarang RS GPI saja belum minta maaf dan kasih dana kompensasi," kata Oklavia di Beji, Depok, Selasa (28/8/2018).

Tak hanya soal klarifikasi, Oklavia menuturkan hingga kini baru Lurah Beji yang menemuinya untuk mengkonfirmasi kasus yang menimpa keluarganya.

Kini ia berharap Pemkot Depok dapat memberi bantuan dana yang diperlukan untuk biaya rawat jalan Rayyan.

Pasalnya hingga kini seluruh biaya pengobatan rawat jalan yang sudah mencapai Rp 4 juta dan terus bertambah harus ditanggung pihak keluarga.

"Kalau untuk biaya operasi semuanya ditanggung BPJS, tapi biaya rawat jalan harus ditanggung sendiri. Untuk biaya perawatan sampai sekarang sudah keluar Rp 4 juta," ujarnya.

Biaya rawat jalan yang dimaksud Oklavia seperti pembelian kantung pembuangan sementara, popok, ongkos ke rumah sakit dan biaya kontrol.

Ia menuturkan kontrol yang ditentukan oleh dokter RSPAD Gatot Soebroto sebenarnya dapat dilakukan secara gratis.

Namun jarak dari kediaman Oklavia di Kecamatan Beji ke RSPAD Gatot Soebroto di Jakarta Pusat membuat ongkos yang dikeluarkan mahal.

Halaman
12
Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved