Menengok Kamar Defia Rosmaniar, Bernuansa Merah Muda dan Banyak Medali Dipajang

Sebuah rumah berdiri kokoh dengan bahan tembok yang didominasi cat warna kuning tua lengkap dengan pagar warna hitam.

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, LEUWISADENG - Kamar bernuansa merah muda menjadi tempat Defia Rosmaniar melepas lelah usai berlatih taekwondo. 

Atlet taekwondo peraih medali emas pertama di Asian Games 2018 tersebut tinggal di Kampung Leuwibangkok, RT 04/10, Desa Sadeng Kolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor bersama orangtuanya.

TribunnewsBogor.com mencoba berkunjung ke rumah tersebut, yang menghadap ke Jalan Raya Hambaro, Kamis (6/9/2018)

Rumah keluarga Defia, terletak di perkampungan, cukup jauh dari Kota Bogor, letaknya berada disisi kiri dari arah Leuwiliang.

Sebuah rumah berdiri kokoh dengan bahan tembok yang didominasi cat warna kuning tua lengkap dengan pagar warna hitam.

Tak luput juga sebuah karangan bunga ucapan selamat tampak terpampang di depan rumahnya.

Tak jauh dari rumah tersebut, sebuah toko sepatu dan pupuk, milik Kaswati (54) ibu Defia.

"Ayo saya antar ke tempat Defia lahir," kata Dewi Hartati (32) kakak Defia.

Rumah itu juga kerap disambangi Defia pada saat libur latihan taekwondo.

"Dulu, saat libur latihan taekwondo di Koni Kota Bogor, Defia juga kadang kesini nemuin ibu sembari istirahat," ucap Dewi sambil menyusuri jalan ke rumah keluarganya.

"Kalau itu toko sepatu dan pupuk, toko itu kita bangun dari penghasilan Defia. Kebetulan tanahnya milik keluarga," timpa Dewi bercerita.

Setibanya di rumah, pagar warna hitam tertutup rapat, halamannya cukup kecil untuk parkir sepeda motor, kesan sederhana cukup terasa di keluarga Defia.

Memasuki ruang tamu, tampak juga puluhan medali milik Defia terpampang di berbagai sudut tembok lengkap dengan lemarinya.

"Ini medali medali yang diraih Defia sejak mengikuti perlombaan taekwondo, mulai dari, Pelatnas hingga Sea Games dan banyak lagi," tuturnya.

Tak berhenti disitu, Dewi menunjukkan kamar milik Defia yang terletak di dekat pintu ruang tamu.

Pada bagian atas pintu kamar tertulis "Defia" yang menjelaskan kamar tersebut milik Defia.

Kamar Defia
Kamar Defia (TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan)

"Ini kamarnya Defia. Senin (3/9) dia kesini istirahat sambil bawa piagam penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga," ungkapnya sambil menuntun masuk ke dalam kamar Defia.

Rupanya, kamar Defia juga dipenuhi medali-medali lengkap dengan fotonya.

"Iya beginilah mas kamar Defia, kamar cewek seperti pada umumnya, ada boneka, foto dia, sama medali juga dipajang. Terus ini juga ada koran yang dibawanya dari Jakarta," ucapnya.

Dewi pun kembali bercerita, dikatakannya beberapa bulan yang lalu tepatnya pada bulan Maret 2018, ayah Defia wafat pada umur 59 tahun karena sakit.

Almarhum Ermanto wafat saat Defia sedang berada di Korea.

"Waktu itu Defia udah berangkat ke Korea tapi alhamdulillah diizinin pulang tiga hari, dianter sama pengurusnya ke sini, tapi udah gak ketemu ayahnya," ucapnya mengenang sang ayah.

Meski begitu, Dewi cukup bangga dengan Defia yang sudah mempersembahkan medali emas untuk ayah.

"Perjuangan Defia luar biasa saat itu, meski ditimpa kesedihan tapi justru dia semangat untuk meraih mimpinya. Apalagi hobi taekwondo ini dukungan dari sang ayah," pungkasnya.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved