Kenalkan Budaya Leluhur, Seniman Banten Ini Lakukan Ritual

Gzhoulla Kinara Barghawazd atau Rahmandanu Karta Kusuma mengatakann bahwa apa yang ditampilkan merupakan nilai-nilai kehidupan.

Kenalkan Budaya Leluhur, Seniman Banten Ini Lakukan Ritual
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Proses ritual salam bubuka saat acara pagelaran seni budaya banten di Taman Ekspresi Bogor, Jumat (7/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Empat orang seniman dan budayawan tampilkan Rajah Bubuka dan Ayat-ayat kehidupan Pada Ritual pembukaan Pagelaran Seni Budaya Banten di Taman Ekspresi.

Dalam acara itu disediakan sedajen dan pembacaan mantra yang diiringi dengan alat musik tradisi.

Gzhoulla Kinara Barghawazd atau Rahmandanu Karta Kusuma mengatakann bahwa apa yang ditampilkan merupakan nilai-nilai kehidupan.

Ia pun memaastika bahwa hak itu bukan mistik ataupun klenik.

"Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ini adalah ayat-ayat kehidupan, saya yakin saya tidak bisa bikin nanas, pisang, menyan karena menyan itu sendiri juga dibuat dari getah pohon menyan dan disitu ada hanjuang yang berarti hayu kita terus berjuang bersama sama membangun tanah air membela tanah air, ini merupakan suara jiwa nusantara," katanya.

Sementara itu terkait sesajen yang disediakan Ki Sumantri atau Bambang Sumantri, menjelaskan  itu merupakan ayat ayat yang tersirat.

"Ini tidak mistik ataupun klinik, ini nyata,ini bentuk salah satu babakti apa yang telah ditanamkan oleh leluhur kita, mungkin kita bisa menikmati buah buahan sasaji itu karena memang dirawat dan dijaga serta di lestarikan oleh para leluhu," katanya.

Terkait Rajah, Ki Sumantri menuturkan bahwa itu merupakan salam hormat kepada leluhur.

Ia  pun menjelasjan bahwa alam dan manusia tidak bisa dipisahkan

"Iya sebetulnya salam bubuka dan ada juga rajah itu merupakan salam hormat kita kepada leluhur bahasanya kita itu, dan ada bayu banyu geni api itu unsur semua ada salam diri kita, karena alam dengan manusia tidak ada antara karena kalau ada antara dengan alam manusia ingin hidup dimana jadi ini hanya sastra jendra artinya nilai nilai yang perlu dimaknai secara filosofi intinya ini melambangkan kehidupan manusia atau mahluk alam sejagat buana," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved