Pileg 2019

Ada 65.166 DPT Ganda di Kabupaten Bogor, KPUD Disurati Bawaslu

langsung mendapat surat rekomendasi dari Bawaslu untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut sebelum DPT digunakan dalam Pileg dan Pilpres 2019

Ada 65.166 DPT Ganda di Kabupaten Bogor, KPUD Disurati Bawaslu
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Rapat Pleno 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, Erik Fitriadi, mengatakan bahwa dari data Bawaslu dinyatakan bahwa ada 65.166 Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ganda di Kabupaten Bogor.

Erik mengaku bahwa pihaknya juga langsung mendapat surat rekomendasi dari Bawaslu untuk menindak lanjuti permasalahan tersebut sebelum DPT digunakan dalam Pileg dan Pilpres 2019 mendatang.

Pihak KPU pun menggelar rapat pleno terbuka untuk penyempurnaan DPT yang dihadiri oleh Panwaslu Kabupaten Bogor dan juga perwakilan dari partai-partai politik.

"Sebenarnya kalau bicara jadwal, tahapan penetapan DPT itu seharusnya sudah selesai tanggal 5 September kemarin. Karena ada hasil analisis maka direkomendasikan agar dilakukan penyempurnaan atas rekomendasi dari Bawasalu RI," ungkap Erik kepada TribunnewsBogor.com, Kamis (13/9/2018).

Ia mengaku bahwa bersama instansi lain dan parpol, pihaknya akan melakukan pencermatan DPT dan melakukan penghapusan.

Penghapusan nama DPT ini, kata dia, juga tak sembarangan karena salah menghapus bisa menjadi masalah baru.

Penghapusan DPT yang dinilai ganda ini, kata dia diperiksa atas dasar elemen nomor KK, NIK, nama, tempat tanggal lahir, jenis kelamin dan difabel.

"Kalau elemen yang kita cermati sekarang itu 3 elemen, nama, NIK dan tanggal lahir. Ketahuan identik atau tidaknya dari 3 elemen data itu. Kita cermati, datanya identik gak ?, kalau identik misalnya namanya sama, NIK-nya sama, tanggal lahir sama, itu dihapus salah satunya," jelas Erik.

Setelah proses pencermatan dan penghapusan DPT dalam penyempurnaan DPT untuk pemilu mendatang ini, Erik memastikan bahwa jumlah DPT di Kabupaten Bogor nantinya akan berkurang.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help