Pilpres 2019

Iklan Jokowi di Bioskop, PDI-P Singgung Politik Bansos SBY Jelang Pilpres 2009

Hasto mengkau heran, iklan Jokowi di bioskop yang menampilkan capaian hasil kinerja pemerintah justru menjadi polemik.

Iklan Jokowi di Bioskop, PDI-P Singgung Politik Bansos SBY Jelang Pilpres 2009
Kompas.com
Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Hasto Kristiyanto saat ditemui di kantor DPP PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/4/2018). (KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyinggung soal dana bantuan langsung tunai yang digelontorkan pemerintah era Susilo Bambang Yudhoyono.

Hasto menyinggung BLT saat menanggapi tudingan iklan pemerintah di sejumlah bioskop yang dianggap sebagai bentuk kampanye.

Bahkan, menurut Hasto, jumlah yang digelontorkan cukup fantastis.

"Zaman SBY jadi presiden saat itu ada politik bansos yang berdasarkan penelitian dari tahun 2008 sampai Februari 2009 itu jumlahnya mencapai USD2 Billion," ujar Hasto di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/9/2018).

Hasto mengkau heran, iklan yang menampilkan capaian hasil kinerja pemerintah justru menjadi polemik.

Ia menilai ada yang salah membedakan antara penyalahgunaan kekuasaan dengan menggunakan kekuasaan.

"Abuse of power itu contohnya ketika ada salah satu pimpinan yang minta anaknya difasilitasi pada saat keluar negeri," ujarnya. 

Hasto menilai, iklan pemerintah di sejumlah bioskop hal yang wajar. Pemerintah perlu menyampaikan keberhasilan pemerintah dari segi pembangunan yang menggunakan uang rakyat.

"Dalam konteks penyampaian keberhasilan ya itu merupakan posisi strategis yang dimiliki inkumben di manapun," kata Hasto. 

Ia mengajak seluruh pihak proporsional dan tidak berpikir negatif dalam melihat polemik tayangan iklan capaian pemerintah di bioskop.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help