Pilpres 2019

Kata Sandiaga Uno, Debat Capres-Cawapres Model Cerdas Cermat Berpotensi Memecah Belah Bangsa

Ia menambahkan, debat capres dan cawapres 2019 seharusnya menjadi ajang penyampaian wawasan.

Kata Sandiaga Uno, Debat Capres-Cawapres Model Cerdas Cermat Berpotensi Memecah Belah Bangsa
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Bakal cawapres, Sandiaga Uno saat diajak foto selfie oleh warga di wilayah Bogor Selatan, Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Bakal calon wakil Presiden (cawapres), Sandiaga Uno ingin agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) berinovasi dalam menggelar debat capres-cawapres di Pilpres 2019.

Menurut Sandiaga, format cerdas cermat berpotensi memecah belah bangsa.

"Kalau formatnya cerdas cermat dan saling serang menyerang itu berpotensi membelah bangsa kita. Itu menurut saya yang menjadi fokus kita ke depan," katanya, di Bogor Green forest, Jl. R.E. Sumatadiredja No.99, Pamoyanan, Bogor Selatan, Jumat (14/9/2018).

Ia menambahkan, debat capres dan cawapres 2019 seharusnya menjadi ajang penyampaian wawasan.

"Mengapa tidak urun rembuk, sumbang saran, atau penyampaian wawasan kita saja? Dan biarkan rakyat memilih. Jangan saling serang menyerang," bebernya.

Waktu 60 menit untuk menyampaikan pemikiran calon Presiden dan Wakil Presiden, menurut Sandiaga Uno, tidak lah lama.

"Waktu pilkada, malah lebih panjang," jelasnya.

Sebelumnya, koalisi pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengusulkan beberapa hal, di antaranya debat capres dan cawapres yang diwadahi oleh KPU.

Mereka, ingin agar para pasangan calon membeberkan visi dan misinya selama satu jam penuh.

Koalisi Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ini tidak ingin model debat yang digunakan akan menjadi terburu buru dengan paparan yang tidak lengkap.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help