Pilpres 2019

Sandiaga Tak Setuju Debat Capres-Cawapres Pakai Bahasa Inggris

"Jadi, pandangan saya sudahlah kita gunakan bahasa Indonesia. Sudahlah kita gunakan juga format yang lebih memersatukan.

Sandiaga Tak Setuju Debat Capres-Cawapres Pakai Bahasa Inggris
Kompas.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno didampingi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (9/8/2018). Prabowo dan Sandiaga Uno resmi maju mencalonkan diri sebagai pasangan capres dan cawapres pada Pilpres 2019(ANDREAS LUKAS ALTOBELI) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno berharap Komisi Pemilihan Umum (KPU) menghadirkan format alternatif debat capres-cawapres yang baru.

Pasalnya, ia melihat debat dalam kontestasi politik cenderung saling menjatuhkan.

"Saya rasakan format debat itu mesti dipikirkan kembali, karena debat itu biasanya menjadi ajang saling bergantung dan saling menjatuhkan, saling menjadi ajang untuk sikut-menyikut," kata Sandi usai mengisi kuliah tamu kewirausahaan di Universitas Darma Persada, Jakarta, Jumat (14/9/2018) siang.

"Saya kira justru ini bagian dari pada tugas KPU memastikan bahwa ke depan inovasinya apa supaya tidak terpecah-belah," sambung Sandi.

Sandi juga berkaca pada debat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu. Ia merasakan debat antara calon cenderung menegangkan dan bersifat kaku.

"Kenapa enggak konsepnya sarasehan, rembug atau menyampaikan visi-misi, pandangan, dan tidak saling menyerang," katanya.

Ia mengingatkan, demokrasi di Indonesia harus memersatukan masyarakat selaku pemilih. Selain itu, kontestasi politik dinilainya harus menggembirakan.

Terkait wacana diadakan satu sesi debat berbahasa Inggris yang diusulkan koalisinya, Sandi menegaskan usulan tersebut belum pernah dibicarakan kepada dirinya dan Prabowo Subianto.

Sandi menegaskan debat kandidat harus tetap berbahasa Indonesia.

"Itu belum pernah dibicarakan sama saya dan Pak Prabowo. Pendapat pribadi saya, bahasa yang dimengerti oleh mayoritas rakyat Indonesia adalah bahasa Indonesia. Kenapa kita harus pakai bahasa Inggris?" kata dia.

"Jadi, pandangan saya sudahlah kita gunakan bahasa Indonesia. Sudahlah kita gunakan juga format yang lebih memersatukan. Itu yang saya kira lebih esensi," sambungnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sandiaga Ingin Debat Capres-Cawapres Tak Saling Menjatuhkan"
Penulis : Dylan Aprialdo Rachman
Editor : Dian Maharani

Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help