Sempat Mengalami Kritis, Politisi Golkar Kota Bogor Dian Ardiansyah Meninggal Dunia

Sementara itu Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr Dewi Basmala membenarkan bahwa korban sempat dibawa ke RSUD Kota Bogor.

Sempat Mengalami Kritis, Politisi Golkar Kota Bogor Dian Ardiansyah Meninggal Dunia
Istimewa
Politikus Partai Golkar Dian Ardiansyah 

Laporan Wartawan TribunnewsaBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR SELATAN - Kabar duka datang dari dunia perpolitikan di Kota Bogor.

Politikus Partai Golkar, Kota Bogor Dian Ardiansyah menghembuskan nafas terakhirnya pada sore tadi, Jumat (14/9/2018).

Ketua DPD Golkar Kota Bogor Tauhid J Tagor mengaku kehilangan salah seorang kader terbaik dan gigih yang sangat membela kepentingan partai.

"Kita sudah bersama lebih dari 10 tahun, memang ini sangat mengagetkan karena beliau pergi secara mendadak," kata Tagor saat di rumah duka di wilayah Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan.

Tagor juga menyatakan bahwa almarhum Dian Ardiansyah sudah sering keluar masuk rumah sakit, tapi hari ini Tagor mendapatkan info bahwa Dian sudah kritis saat masuk RSUD.

Tagor menceritakan bahwa beberapa hari lalu almarhum Dian masih mengobrol di DPD Golkar.

"Saya atas nama pribadi dan partao Golkar meminta untuk dimaafkan segala kesalahan beliau," tuturnya.

Sementara itu Direktur Utama RSUD Kota Bogor dr Dewi Basmala membenarkan bahwa korban sempat dibawa ke RSUD Kota Bogor.

"Jadi jam 09.00 WIB pagi saya dapat WA dari pak Heri Cahyono dari Golkar ya, emergency katanya saya bilang ada apa terus beliau bilang apakah ada ICU yang dengan ventilayor jadi ventilator yaitu alat bantu nafas, Saya bilang ke Dr Andi terus kemudian di cek masih ada tapi harus ada komunikasi dulu kan sop untuk merujuk pasien itu wajib harus ada komunikasi dari dokter yang mengirim dan yang menerima," katanya.

Setelah ada komunikasi Dian pun tiba di RSUD Kota Bogor dalam keadaan kritis.

Namun rupanya politisi Golkar itu menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 15.00 WIB.

"Lalu pada pukul 15.20 terjadi perburukan sekali, di SOP kita jika terjadi perburukan seperti itu kita pasang incubasi alat bantu nafas," katanya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved