Pileg 2019

50 Bacaleg Golkar Kota Bogor Ikut Pelatihan Pembekalan Para Caleg

Pembekalan diberikan dengan melihatnya semakin berkembangnya kondisi pemilih di masyarakat.

50 Bacaleg Golkar Kota Bogor Ikut Pelatihan Pembekalan Para Caleg
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
workshop pembekalan untuk para Bacaleg Partai Golkar di Hotel Sahira, Kota Bogor, Sabtu (15/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bogor mengadakan workshop pembekalan untuk para Bacaleg yang akan maju dalam Pileg DPRD Kota Bogor.

Acara yang diadakan di Hotel Sahira itu diikuti oleh 50 Bacaleg dan satu pendamping dari masing-masing Caleg.

Ketua DPD Golkar Kota Bogor, Tauhid J Tagor mengatakan bahwa kegiatan tersebut untuk memberikan pembekalan kepada Caleg dari Golkar.

Pembekalan diberikan dengan melihatnya semakin berkembangnya kondisi pemilih di masyarakat.

"Masyarakatkan susah semakin cerdas dan pintar, masyarakat tau mana caleg bener mana yang caleg hanya sekedar cari keuntungan semata, kita Golkar Kota Bogor memberikan pembekalan kepada Caleg yang akan turun dalam pemilu 2019, sehingga dia punya intergritas loyalitas dan dedikasi yang tinggi kepada Golkar dan Kota bogor," katanya.

Tagor menjelaskan bahwa ini merupakan salahsatu cara untuk investasi politik.

SBY Dituding Terlibat Kasus Century, Ani Yudhoyono: Fitnah dari Pihak Asing, Disebar Orang Indonesia

"Yang dilakuka mereka adalah investasi politik, investasi politik itu memberikan pemahaman kepada masyarakat, politik ini kan ibadah iya kan ngurusin yang sakit ngurusin Rtlh itu kan orang politik itulah investasi politik salah satunya, bukan investasi bisnis politik, karena ketika orang sudah melakukan invstasi bisnis politik mereka akan meminta profit nah itu yang ada saat ini," katanya

Iya pun berharap bahwa kader Golkar dan Anggota Dprd yang terpilih nanti tidak seperti terjadi di Malang.

"Nah masyatakat juga kan bisa menilai mana yang bisa membawa mereka kedepan lebih baik, jangan sekedar wani piro wani piro, karena kalau masyarakat suaranga sudah dibeli suaranya kedepan dia tidak bisa menuntut apa-apa, karena sudah beres jual beli nya, itu yang harus kita hilang kan harus kita hilangkan, Kita enggak mau Bogor kaya Malang, Naudzubillahimindazalik, nah kegiatan ini kan untuk kedepan juga kita kawal lima tahun mendatang, jadi mereka tidak bisa seenaknya," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved