Pilpres 2019

Beralasan Mengacu Pada Putusan MA, Partai Golkar Tetap Usung Mantan Koruptor Jadi Caleg

Mengacu kepada keputusan MA, Partai Golkar tetap mengusung Bacaleg koruptor dalam Pileg 2019 mendatang.

Beralasan Mengacu Pada Putusan MA, Partai Golkar Tetap Usung Mantan Koruptor Jadi Caleg
Kompas.com
Menteri Perindustrian yang juga Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Istana, Kamis (15/3/2018).(KOMPAS.com/Ihsanuddin) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Mengacu kepada putusan Mahkamah Agung, Partai Golkar akan mengusung bakal calon anggota legislatif berstatus mantan koruptor.

"Kalau Golkar kita selalu mengikuti keputusan hukum yang berlaku, jadi kita mengikuti apa yang sudah dan menghormati apa yang diputuskan," kata Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto di Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Airlangga, Golkar akan mengikuti putusan itu dan mempertahankan calegnya yang merupakan eks narapidana kasus korupsi.

"Ya, tentu kita kemaren ada beberapa catatan terkait dengan caleg dan tentu kita lihat dari hasil keputusan MA tersebut," kata dia.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengklaim, partainya memiliki komitmen terhadap pemberantasan korupsi.

Namun, ia menegaskan bahwa Golkar juga tidak boleh melanggar aturan yang ada di dalam UU.

"Jadi prinsipnya bukan berarti kita tidak pro terhadap pemberantasan korupsi," kata Ace.

Sebelumnya, KPU meminta pimpinan parpol untuk menjalankan pakta integritas meskipun ada putusan MA.

Dalam pakta integritas itu, parpol berkomitmen tidak mengusung bakal caleg eks koruptor.

"Kita minta partai-partai politik komitmen untuk menarik caleg-calegnya yang tidak memenuhi syarat (TMS) oleh KPU," kata Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018) malam.

Halaman
12
Editor: Soewidia Henaldi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved