Film Our Land is The Sea, Cerita Orang Suku Bajau dan Kecemasannya Terhadap Era Modernisasi

Andar sebagai ayah bertutur sebelum ada batasan, sebelum ada Republik Indonesia laut adalah kerajaan bagi suku Bajau.

Film Our Land is The Sea, Cerita Orang Suku Bajau dan Kecemasannya Terhadap Era Modernisasi
TribunnewsBogor.com/Afdhalul Ikhsan
Screening film Our Land Is The Sea di Auditorium Juwono Sudarsono, Fisip UI, Depok, Rabu (12/9/2018) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, DEPOK - "Aku tidak tahu jawabannya apa yang akan terjadi dengan generasi milenial suku Bajau di masa depan," begitu keresahan Kelli Alicia Swazey pada screening dan diskusi film dokumenter "Our Land is the Sea" yang diputar di Auditorium Juwono Sudarsono, Fisip UI, Depok, Rabu (12/9/2018).

Film garapan Kelli Swazey dan Matt Colaciello diputar dengan musik melankolis menyertai tiap-tiap cerita dari keluarga Andar dan Saipa.

Yaitu kisah tentang orang-orang yang hidupnya terikat dengan laut, mereka menyebutnya Sama Bajau.

Film itu diawali dengan pemandangan lautan lepas. Kemudian terlihat seorang Bajau dewasa menggunakan perahu kecil mengarungi lautan.

Menit demi menit berlalu, hingga akhirnya memasuki percakapan dengan orang Bajau di Sampela, Wakatobi.

Andar, Saipa, Halim dan Salma merupakan keluarga Bajau, mereka digambarkan dalam film tersebut.

Andar sebagai ayah bertutur sebelum ada batasan, sebelum ada Republik Indonesia laut adalah kerajaan bagi suku Bajau.

"Zaman dulu itu, mendapatkan ikan sangatlah mudah, sekarang kita harus pergi jauh mencari," ucap Andar bersama orang Bajau lainnya.

Sebabnya, pilihan untuk hidup diatas laut dan bergantung pada sumber daya laut, sangatlah mengkhawatirkan utamanya pada anak cucu mereka di masa depan.

Halaman
12
Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved