Politisi PDIP: Suara Warga Bogor Sulit Diambil, Perlu Kerja Nyata dan Obyektivitas, Bukan Pencitraan

Untuk itu, perlu dilakukan kerja nyata dan objektivitas agar mendapat suara di Kota Bogor.

Politisi PDIP: Suara Warga Bogor Sulit Diambil, Perlu Kerja Nyata dan Obyektivitas, Bukan Pencitraan
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Politisi PDIP, Maruarar Sirait 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Politisi PDIP, Maruarar Sirait, yang juga selaku koalisi Joko Widodo (Jokowi) - Ma'aruf amin, mengaku cukup sulit mengambil suara di Kota Bogor, Jawa Barat.

"Kota Bogor punya tantangan tersendiri, dimana Pak Jokowi lemah di perkotaan," katanya, di PWI Bogor, Minggu (16/9/2018).

Ia menjelaskan, di Kota Bogor, sangat banyak pemilih yang independen dan kritis.

Untuk itu, perlu dilakukan kerja nyata dan objektivitas agar mendapat suara di Kota Bogor.

"Ini harus dijawab dengan kerja nyata dan objektivitas. Tidak bisa dengan pencitraan," lanjutnya.

Warga Bogor, menurut pria yang akrab disapa Ara adalah orang-orang pintar yang bisa membedakan pencitraan dengan kinerja yang berprestasi dan solutif.

Masyarakat Bogor, diakui Maruarar, selain kritis, juga selalu mempertanyakan progress, terlebih untuk generasi milenialnya.

"Generasi milenial itu berbeda. Mereka punya pandangan sendiri, egaliter, dan kritis. Kita mesti konsisten. Bila kita berkata tentang suatu tindakan, kita harus punya dasar dan argumentasi, seperti 'Mengapa enggak boleh ini dan mengapa boleh itu'. Hal ini agar mereka bisa menerima dengan baik," tuturnya panjang lebar.

Namun, lanjut Ara, sosialisasi bukan lah pencitraan.

Halaman
12
Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Damanhuri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help