Edy Rahmayadi: Saya Takut dari 60 Ribu Ini Mungkin Ada yang Menginginkan Jabatan Ketum PSSI

Edy Rahmayadi, Ketum PSSI ini mengaku bersalah, namun ketika jawab petisi untuk copot jabatan malah secara tegas menolaknya.

Edy Rahmayadi: Saya Takut dari 60 Ribu Ini Mungkin Ada yang Menginginkan Jabatan Ketum PSSI
Tribunnews.com/Jeprima
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi saat membuka kongres tahunan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Nusantara Hall, ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (13/1/2018). Kongres PSSI dihadiri oleh 106 voter yang terdiri dari perwakilan klub yakni dari Liga Nusantara, Divisi Utama, asprov, dan asosiasi. Beberapa tamu undangan juga hadir di antaranya perwakilan Kementerian Pemuda dan Olahraga dan KONI. PSSI punya banyak agenda penting di 2018. Di antaranya adalah keikutsertaan timnas Indonesia di ajang seperti Asian Games 2018, Piala AFF U-18 2018, dan Piala AFC U-19 2018 yang semuanya digelar di Indonesia. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi mengatakan secara gamblang bahwa dirinya adalah yang paling bersalah dalam kasus kematian Haringga Sirla (23).

Hal itu dituturkan pria yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara ini dalam sebuah acara di salah satu stasiun televisi swasta dalam program Mata Najwa, Rabu (26/9/2018) malam.

Edy Rahmayadi ini menanggapi pernyataan Ketua Umum The Jakmania, Ferry Indra Syarief yang menyatakan bahwa pihak The Jak yang paling bersalah.

Sang ketum PSSI sekaligus Gubernur Sumatera Utara ini dengan tegas mengatakan bahwa bukan Ferry, melainkan dirinya lah yang paling bersalah.

"Bung Ferry tadi sampaikan di ruangan ini bahwa dia yang paling berdosa bung Ferry," ujar Edy Rahmayadi mengawali pembicaraan seperti dilansir dari Youtube Najwa Shihab, Rabu (26/9/2018)

"Tidak Najwa. Yang paling berdosa di sini adalah saya selaku ketua PSSI," lanjut mantan Pangkostrad itu.

Link Live Streaming Korea Open 2018 - Jonatan Christie Vs Hu Yun dari Hong Kong Pukul 12.30 WIB

Link Live Streaming Piala AFC 2018 - Timnas U-16 Indonesia Vs India, Pukul 19.00 di MNC TV

Edy Rahmayadi pun membeberkan alasannya.

Menurutnya, ia merasa bersalah usai membuka Liga 1 pada bulan Maret, yang merupakan awal kejadian mengenaskan seperti pengeroyokan suporter yang menelan nyawa.

"Karena pada tanggal 23 Maret, kick off Liga 1 itu di GBK, Persija dan Bhayangkara, kalau itu tidak saya buka, mungkin kejadian ini (suporter tewas) tidak ada," tutur Edy.

"Maka saya menyatakan bahwa yang bertanggungjawab penuh itu adalah saya," tuturnya lagi.

Halaman
123
Penulis: Uyun
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved