Kabarnya, Gunung Rinjani Paling Cepat Dibuka Oktober 2019

Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono menyebutkan, longsoran masih terjadi di Rinjani, sehingga tidak memungkinkan adanya pendakian.

Kabarnya, Gunung Rinjani Paling Cepat Dibuka Oktober 2019
(KOMPAS/Iwan Setiyawan)
Keindahan kaldera Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anak dan gunung anakan Barujari menjadi salah satu daya tarik wisata di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Pasca-rentetan gempa bumi yang mengguncang kawasan Lombok pada akhir Juli lalu, pendakian ke Gunung Rinjani ditutup total.

Penutupan masih terjadi hingga hari ini bahkan setahun ke depan.

Calon pendaki yang berniat menikmati indahnya gunung vulkanik aktif di Lombok, Nusa Tenggara Barat ini pun diminta bersabar demi keamanan dan keselamatan semua pihak.

Hal itu dikarenakan adanya longsoran tanah yang mengakibatkan jalur pendakian Gunung Rinjani rusak atau tertutup.

Longsoran yang terjadi diketahui melalui salah satu CCTV yang terpasang dan masih berfungsi di Rinjani.

Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Sudiyono menyebutkan, longsoran masih terjadi di Rinjani, sehingga tidak memungkinkan adanya pendakian.

"Bahkan (pendakian) sampai Plawangan pun masih diragukan. Titik menuju segara anak itu semuanya tertutup longsoran," kata Sudiyono saat berbincang melalui telepon, Kamis (27/9/2018) malam.

Ia melanjutkan pendakian ke Gunung Rinjani baru akan dibuka paling cepat akhir tahun depan.

"Pada 2019 baru diusulkan (dana perbaikan), berarti 2020 baru turun anggaran. Artinya pembangunan baru dilaksanakan 2020. Nah, kalau pembangunannya cepat, Oktober, November, Desember baru bisa buka, paling cepat seperti itu," kata Sudiyono.

Membaca Surat Al Kahfi di Hari Jumat, Ini Keutamaannya

Pengajuan dana perbaikan dilakukan tahun depan karena masih menunggu hasil survei yang akan dilakukan petugas.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help