Sedotan Plastik Tidak akan Ada Lagi di Starbucks

Misalnya kita dihimbau menggunakan tas yang bisa dipakai berulang-ulang saat belanja, dan tidak lagi memakai tas kresek.

Sedotan Plastik Tidak akan Ada Lagi di Starbucks
(Starbucks)
Sedotan, pengaduk, dan gelas Starbucks yang dibuat dari bahan-bahan ramah lingkungan. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Salah satu masalah lingkungan terbesar saat ini adalah sampah plastik.

Karena sulit terurai, sampah plastik telah mengotori bumi, bahkan menutupi sebagian permukaan lautan di dunia.

Tidak hanya buruk bagi pemandangan, sampah plastik juga berbahaya bagi hewan-hewan di laut.

Banyak cerita bagaimana ikan, penyu, atau mamalia laut tewas karena makan sampah plastik.

Binatang-binatang itu sering menyangka plastik sebagai ubur-ubur yang merupakan makanan mereka.

Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas, banyak kebijakan dan anjuran dikeluarkan.

Misalnya kita dihimbau menggunakan tas yang bisa dipakai berulang-ulang saat belanja, dan tidak lagi memakai tas kresek.

Beberapa perusahaan punya inisiatif untuk mendaur ulang sampah plastik menjadi barang yang lebih berguna, misalnya hiasan, pakaian, bahkan sepatu.

Walau begitu, tanpa peran serta kita semua, usaha itu tidak akan mencapai hasil yang diharapkan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan? Hal paling sederhana adalah mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan kita sehari-hari.

Halaman
123
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved