Rujak Bebek, Makanan Kampung yang Eskis Di Perkotaan, Pedagangnya Kerap Kebanjiran Pembeli

Ia mengaku bahwa ia mulai berjualan rujak pada tahun 2012 lalu dan sejak itu peminat rujak yang dia jajakan tak pernah turun.

Rujak Bebek, Makanan Kampung yang Eskis Di Perkotaan, Pedagangnya Kerap Kebanjiran Pembeli
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Rujak bebek 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIBINONG - Makanan asal kampung di Jawa Barat ini kerap diburu pembeli ketika dijajakan di perkotaan.

Makanan ini bernama 'Rujak Bebek' yang berasal dari Bahasa Sunda yang artinya 'Rujak Ulek.'

Rujak ini terbuat dari bahan kedondong, jambu, bengkoang, mangga dan yang lainnya yang diulek menggunakan dulang dan halu kayu kecil atau ulekan kecil.

Salah satu pedagang di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Asep (20), mengatakan bahwa alasan kenapa rujak ini kerap laris adalah karena di perkotaan cukup langka.

Hal ini, kata dia, berbeda dengan di kampungnya di kawasan Garut.

"Kalau di kampung mah, biasanya rujak ini dibikin sendiri terus makan bareng-bareng, kalau lagi ngumpul-ngumpul," kata Asep kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (7/10/2018).

Ia mengaku bahwa ia mulai berjualan rujak pada tahun 2012 lalu dan sejak itu peminat rujak yang dia jajakan tak pernah turun.

"Rame terus, sejak pasa mulai jualan juga, soalnya ini agak langka, makanan kampung," katanya.

Selain itu, kata dia, pembeli yang memesan rujaknya juga bisa memilih takaran pedas yang diinginkan.

Satu porsi rujak bebek yang cocok bagi yang sedang bersantai ini dipatok cukup murah, yakni Rp 5.000 per porsinya

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help