Kisah Dokter Ahli Kejiwaan RS Marzuki Mahdi, Dari Kecil Sering Disuapi Orang Sakit Jiwa

Bahkan Dr Lahargo mengatakan Ia seperti memiliki ikatan emosional dengan orang dengan gangguan jiwa.

Kisah Dokter Ahli Kejiwaan RS Marzuki Mahdi, Dari Kecil Sering Disuapi Orang Sakit Jiwa
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Kepala Instalasi Rehabilitasi psikososial di RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor, Dr Lahargo Kembaren 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Berada di lingkungan orang dengan gangguan jiwa sudah dijalani sejak kecil oleh seorang psikiater yakni Dr Lahargo Kembaren.

Dr yang juga menjabat sebagai Kepala Instalasi Rehabilitasi psikososial di RS.Dr.H.Marzoeki Mahdi Bogor itu pun menceritakan masa kecilnya.

Dr Lahargo menceritakan bahwa ibunya yang kini seorang guru besar di Fakultas Keperawatan Universitas Indonesia saat itu bertugas sebagai seorang perawat kejiwaan.

Sejak kecil Ia pun sudah terbiasa ikut dengan ibunya saat sedang bertugas.

"Iya Sebenernya saya sejak kecil itu sudah berada di rumah sakit jiwa, dari kecil saya, karena ibu saya itu perawat jiwa disini, jadi saya sering kesini dititipin sama pasien-pasien gangguan jiwa. Jadi pasien gangguan jiwa itu yang kadang nyuapin saya, nyanyiin supaya saya tidur main-main, main bareng," ujar pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Rupanya hal itulah yang memotivasi dirinya untuk bisa menjadi dokter ahli kejiwaan yang menangani orang dengan gangguan jiwa.

Karena itulah dirinya sudah tidak asing dengan orang dengan gangguan jiwa.

Bahkan Dr Lahargo mengatakan Ia seperti memiliki ikatan emosional dengan orang dengan gangguan jiwa.

"Jadi tingkat emosional saya dengan pasien dengan orang gangguan jiwa itu sudah dari kecil  nah sekarang gantian saya yang merawat mereka, dulu mereka yang ikut merawat saya sekarang saya yang merawat mereka, ibu saya perawat jiwa sekarang guru besar di Fakultas Ilmu Keperawatan di UI," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help