Kerangka Manusia di Ciampea Diduga Sudah Berusia Setahun, Polisi Sulit Ungkap Identitasnya

Penyebabnya kata dia, karena usia kerangka tersebut sudah setahun dan saat ditemukan kondisinya juga sudah mengering.

Kerangka Manusia di Ciampea Diduga Sudah Berusia Setahun, Polisi Sulit Ungkap Identitasnya
istimewa
Warga dikejutkan dengan penemuan kerangka manusia di dalam selokan 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Afdhalul Ikhsan

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CIAMPEA - Sampai saat ini polisi masih kesulitan mengenal identitas kerangka manusia yang ditemukan di selokan dekat bangunan bekas Villa, Kampung Jemser, RT 02/03 Desa Cihideung Ilir, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

"Belum mas, sampai saat ini masih kita lidik identitas korban," ucap Kapolsek Ciampea, Kompol Bektiyana kepada TribunnewsBogor.com melalui sambungan telepon, Rabu (10/10/2018).

Penyebabnya kata dia, karena usia kerangka tersebut sudah setahun dan saat ditemukan kondisinya juga sudah mengering.

"Menurut dokter kerangka itu sudah setahun, saat penemuan kondisinya masih terkumpul disatu lokasi tapi sudah mengering jadi belum ada hasil," ungkapnya

Hingga saat ini kata dia, belum ada laporan yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

"Sampai sekarang belum ada yang mengaku sebagai keluarganya jadi sampai sekarang masih kita lidik," terangnya

Ia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan keluarga agar segera melapor ke pihak kepolisian atau mendatangi RSUD Ciawi.

"Demi kebaikan bersama kami minta agar segera melapor jika ada yang merasa keluarganya hilang," imbaunya.

Sebelumnya, telah ditemukan kerangka manusia di selokan yang sudah tidak berfungsi.

Saat itu warga bernama Mudi (31) sedang membabat alang-alang namun cangkulnya tersangkut.

Ia menduga karena ada tulang kambing, makin dibabat dan digali tampak kaki lengkap dengan celana dan sandal jepit.

"Lagi babat alang-alang cangkulnya nyangkut aku kira tulang kambing awalnya makin dibabat malah ada celana dan sandal jepit, selanjutnya saya menghubungi ketua Rw dan polisi," terang Mudi.

Penulis: Afdhalul Ikhsan
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help