Warga Sempur Tolak Pembangunan Apartemen, Ini Alasannya

pembangunan apartemen diduga akan memakan ruang terbuka hijau dan resapan air.

Warga Sempur Tolak Pembangunan Apartemen, Ini Alasannya
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Warga Sempur memasang spanduk penolakan pembangunan apartemen 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Warga Kelurahan Sempur, Bogor Tengah sepakat menolak pembangunan apartemen di daerahnya.

Ketua RW 1, Edwin menjelaskan warga menolak karena pembangunan apartemen diduga akan memakan ruang terbuka hijau dan resapan air.

"Si pemilik tanah, hanya punya 2800 meter persegi dan dia mau membangun apartemen dengan 3 tower. Lalu dia mau sewa tanah di belakang yang merupakan ruangan hijau dan resapan air. Itu kan tanah terbuka dan mereka mau membangun gedung setinggi 20 lantai. Warga sangat keras menolak itu," kata Edwin kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (10/10/2018).

Selain itu, pembangunan apartemen dikhawatirkan akan membuat kondisi Sempur menjadi semakin semerawut.

"Lapangan Sempur itu kurang fasilitas, yaitu lahan parkir. Pengunjung yang datang itu sampai memarkir kendaraannya di depan rumah orang. Apalagi dengan adanya apartemen, tidak bisa keluar rumah nanti warga," jelasnya panjang lebar.

Pembangunan apartemen sendiri, dikatakan Edwin, akan ada 400 kamar.

Sementara untuk lahan parkirnya, hanya disediakan untuk muatan 200 kendaraan.

Pembangunan apartemen Sempur belum berjalan.

Dari hasil komunikasinya dengan pemerintah setempat, pembangunan apartemen Sempur ini ditolak.

"Sebulan yang lalu, pak Nana (Nana Yudiana) dari Kabid Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, memberitahu saya kalau pembagunan apartemen ini ditolak. Hal ini ia katakan karena bila menyewa tanah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam sebuah pembangunan, maka sertifikatnya atas nama siapa ketika jual beli. Tanah tidak bisa diperjualbelikan," tuturnya panjang lebar.

Sebelumnya, Edwin menjelaskan bahwa warga Sempur menolak pembangunan apartemen Sempur dari sekira April 2018 lalu.

Warga yang tinggal di samping lapangan Sempur, Bogor Tengah ini, menolak pembangunan apartemen dan membuat banyak spanduk di sepanjang jalan Sempur, Bogor Tengah.

Spanduk ini bertuliskan 'Kami Warga Sempur Menolak Pembangunan Apartemen di Kawasan Lapangan Sempur. #SAVESEMPUR-BOGORHERITAGE'.

"Kami bukannya anti pembangunan. Kami hanya ingin tinggal dengan nyaman," tutup Edwin.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved