Gempa di Donggala

300 Jenazah Dievakuasi di Perumnas Balaroa Sulteng

Berdasarkan data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat ada 2.045 korban yang berhasil dievakuasi.

300 Jenazah Dievakuasi di Perumnas Balaroa Sulteng
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Tim SAR gabungan masih melakukan evakuasi di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10/2018). 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - 13 hari setelah gempa bumi dan tsunami terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9/2018), evakuasi korban terus dilakukan.

Tapi evakuasi terhadap korban bencana gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah akan berakhir pada hari ini.

Berdasarkan data terkini dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tercatat ada 2.045 korban yang berhasil dievakuasi.

Untuk di Perumnas Balaroa, Palu Barat yang wilayahnya amblas akibat likuifaksi, tim SAR gabungan menemukan lebih dari 300 jasad.

Jasad tersebut tertimbun dari reruntuhan bangunan.

"Di wilayah Perumnas Balaroa sudah sekitar 300 korban telah ditemukan dan kondisinya sudah membusuk," kata anggota regu Tim 5 Basarnas, Dwi Adi ditemui di Perumnas Balaroa, Kamis (11/10/2018).

‎Untuk hari ini, sampai Pukul 13.00 WIB Tim SAR gabungan sudah mengevakuasi tiga jenazah yang kondisinya sudah membusuk sehingga sulit diidentifikasi.

Dwi mengatakan meski evakuasi korban bencana berakhir hari ini, pihaknya tetap menerima setiap laporan dari keluarga korban yang anggota keluarganya belum juga ditemukan.

"Untuk Basarnas sendiri masih menerima informasi apabila ada info dari keluarga korban untuk mencari keluarganya yang tertimbun," kata Dwi.

Hal senada disampaikan Komandan Regu Rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT) Tejo Kuntoro yang mengatakan pihaknya satu komando dengan Basarnas.

Dikatakan Tejo, pihaknya siap siaga untuk membantu Basarnas dalam melakukan pencarian ‎ korban.

"Kalau hari ini dihentikan, kami tetap siap untuk membantu korban. ACT masih menerima informasi untuk melakukan evakuasi," ujarnya.

(TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra) 

Editor: Damanhuri
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help