Alami Kekeringan, Warga Sampang Antri Berjam-jam untuk Sejeriken Air

sumber air di desa tersebut sudah banyak yang kering. Jangankan untuk mandi, untuk minum pun mereka kesulitan.

Alami Kekeringan, Warga Sampang Antri Berjam-jam untuk Sejeriken Air
KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN
Salah satu sumur di Desa Palenggien yang dijadikan warga untuk mencari air. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Warga Desa Palenggiyan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, harus bekerja keras untuk mendapatkan air bersih di saat puncak kemarau tiba.

Sebab, sumber air di desa tersebut sudah banyak yang kering. Jangankan untuk mandi, untuk minum pun mereka kesulitan.

Remmeh (60) salah warga Dusun Tebbes, Desa Palenggiyan, harus berangkat jam 02.00 WIB dini hari untuk mendapatkan air.

Dia bersama dengan warga lainnya mencari air ke sumur-sumur yang masih ada airnya.

Berbekal jeriken ukuran 25 liter, Remmeh baru bisa pulang ke rumahnya setelah antri berjam-jam.

"Kalau berangkat jam 2 malam, baru bisa pulang jam 5 pagi setelah jeriken penuh," ujar Remmeh, Kamis (11/10/2018).

Menurut Remmeh, lamanya waktu untuk mendapatkan air karena harus antri dengan warga lainnya.

Selain harus antri, juga menunggu keluarnya air di dalam sumur. Debit air dari sumur sangat kecil.

"Satu jam belum tentu dapat satu jeriken," ungkap nenek dengan empat cucu ini.

Dalam seminggu, Remmeh bisa menyimpan air 100 liter.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved