Gempa di Jawa Timur Berpotensi Terjadinya Amplifikasi Tinggi, Guncangan Terasa Hingga Bali

Gempa di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Kamis (11/10) dini hari, membuat sejumlah masyarakat panik.

Gempa di Jawa Timur Berpotensi Terjadinya Amplifikasi Tinggi, Guncangan Terasa Hingga Bali
Shutterstock
Gempa 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Gempa di sejumlah wilayah di Jawa Timur, Kamis (11/10) dini hari, membuat sejumlah masyarakat panik.

Bahkan, gempa tersebut terasa hingga wilayah Bali.

Menurut data BMKG, gempa semalam bermagnitudo 6.4 SR dengan titik gempa berada di 7.42 LS,114.47 BT (61 km TimurLaut SITUBONDO-JATIM), Kedalaman:10 Km, tidak berpotensi tsunami.

Sebagian besar bertanya, apakah penyebab gempa yang yang berlangsung sekitar 2 sampai 3 menit itu?

Dr Ir Amien Widodo MSi, Dosen Teknik Geofisika Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) menjelaskan, berdasarkan keterangan yang diterbitkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) awal September tahun lalu, ada dua patahan aktif yang melewati Kota Surabaya dan sejumlah daerah lain di Jawa Timur.

Kedua patahan itu adalah patahan Surabaya dan patahan Waru. Patahan Surabaya meliputi kawasan Keputih hingga Cerme.

Sedangkan patahan Waru yang lebih panjang lagi melewati Rungkut, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Saradan, bahkan sampai Cepu.

Pakar geologi dari Pusat Studi Kebumian, Bencana, dan Perubahan Iklim (PSKBPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ini pun sempat lakukan penelitian terkait kondisi tanah kota Surabaya.

“Data dari PUPR ini harus bisa dimanfaatkan, kita harus memetakan dampak akibat gempa yang dihasilkan,” katanya saat dihubungi Surya.co.id, Kamis (11/10).

Amien menjelaskan, struktur bangunan dan kondisi tanah menjadi parameter utama untuk melihat efek yang ditimbulkan saat gempa.

Halaman
123
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help