IPB Bagikan Tips dan Trik Menjaga Keseimbangan Gizi di NIACIN 2018

Seminar ini merupakan puncak dari rangkaian acara “Nutrition Fair” yang tahun ini telah memasuki tahun kedelapan.

IPB Bagikan Tips dan Trik Menjaga Keseimbangan Gizi di NIACIN 2018
Humas IPB
Seminar Nutrition Seminar and Charity For Children (NIACIN) yang digelar di Graha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Dramaga, Bogor (07/10/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Masalah gizi ganda merupakan keadaan dimana terjadi kelebihan dan kekurangan gizi di saat bersamaan pada tingkat individu, komunitas, atau kelompok.

Indonesia merupakan salah satu negara yang dirundung masalah ini. Pencegahannya adalah dengan menjaga keseimbangan gizi kita.

Seminar Nutrition Seminar and Charity For Children (NIACIN) yang digelar di Graha Widya Wisuda (GWW), Kampus IPB Dramaga, Bogor (07/10/2018) menawarkan ilmu seputar masalah gizi ganda dan pencegahannya.

Seminar ini merupakan puncak dari rangkaian acara “Nutrition Fair” yang tahun ini telah memasuki tahun kedelapan. Turut hadir dalam acara tersebut adalah Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema), Dr. Ir. Drajat Martianto dari Divisi Kebijakan Pangan dan Gizi, dr. Naufal Muharam Nurdin, MSi sebagai Komisi Bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni.

Hadir pula artis papan atas seperti Muhammad Ridwan “Ridwan Remin”, The Overtunes sampai penampil cilik dari SDN Carang Pulang 2 ikut memeriahkan acara ini.

Nutrition Fair yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Gizi (Himagizi) ini memiliki enam acara, diantaranya adalah Nutrition in Application (Nut App), Creativity in Infographic (Creatin), Nutrition Debating Competition (NDC), Crafting Special Recipe (Crispy), Physical Activity for Healthy Living (Prolin), dan Nutrition Seminar and Charity For Children (NIACIN).

“Ada dua pembaharuan terhadap acara ini, yaitu munculnya Nut App dan NDC,” tutur Dimi Wahyu F., Ketua Himagizi periode 2017/2018.

Indonesia, menurut Global Nutrition Report tahun 2017, merupakan satu dari 17 negara yang mengalami masalah gizi ganda. Dr. Ir. Drajat Martianto yang saat ini menjabat sebagai Wakil Rektor IPB Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan ini mengatakan bahwa Indonesia masih memiliki harapan untuk memperbaiki kondisi gizinya.

Salah satunya berasal dari seminar ini. “Semoga dari seminar ini kita bisa memecahkan masalah gizi ganda di Indonesia,” katanya.

Menurut Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) ini, seribu hari pertama kehidupan (HPK) juga penting dalam mencegah masalah gizi ganda. Kesehatan janin akan mempengaruhi kehidupan sampai usia tua.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help