Polemik Ratna Sarumpaet

Kapitra Ampera Ultimatum Amien Rais Minta Maaf kepada Tito Karnavian

Jika dalam waktu itu belum ada permintaan maaf, maka Kapitra yang juga berprofesi sebagai pengacara ini akan menempuh langkah hukum.

Kapitra Ampera Ultimatum Amien Rais Minta Maaf kepada Tito Karnavian
Nurmulia Rekso Purnomo/Tribunnews.com
penasihat hukum tokoh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kapitra Ampera Pengacara Habib Rizieq Kaget Namanya Disebut Jadi Caleg dari PDIP, http://www.tribunnews.com/nasional/2018/07/17/kapitra-ampera-pengacara-habib-rizieq-kaget-namanya-disebut-jadi-caleg-dari-pdip?page=all. Penulis: Srihandriatmo Malau Editor: Adi Suhendi 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kapitra Ampera meminta Amien Rais minta maaf kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Menurut Kapitra, Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional itu harus minta maaf karena telah meminta Presiden Jokowi mencopot Tito.

"Saya minta Amien Rais klarifikasi itu dan minta maaf kepada Jenderal Tito dan kepolisian," ujar Kapitra dalam konferensi pers di posko pemenangan Jokowi-Ma'ruf, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2012).

Caleg PDI-P Kapitra Ampera di Hotel Bidakara, Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Kapitra memberi batas waktu kepada Amien selama 7 x 24 jam.

Jika dalam waktu itu belum ada permintaan maaf, maka Kapitra yang juga berprofesi sebagai pengacara ini akan menempuh langkah hukum.

"Kalau tidak diindahkan, kami akan laporkan ke polisi. Mulai hari ini, jadi Kamis depan tidak melakukan itu, kami lapor ke polisi," kata dia.

apitra menilai, permintaan Amien agar Tito dicopot dari posisi Kapolri tidak berdasar.

Harusnya, kata dia, Amien Rais fokus saja menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya tanpa harus melempar tuduhan kepada pimpinan Polri.

"Padahal dia diperlakukan sangat baik (saat diperiksa pihak kepolisian). Kekhawatiran dia, kecemasan dia, kan tidak terbukti. Toh diperlakukan dengan baik. Tetapi kenapa harus menyerang Tito dan kepolisian," ucap Kapitra.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help