Wacana Ganjil-Genap di Jalan Raya Puncak Bogor, Ini Kata Warga

Yayan sendiri menjelaskan, ia khawatir pendapatannya akan menurun bila diterapkan sistem ganjil genap.

Wacana Ganjil-Genap di Jalan Raya Puncak Bogor, Ini Kata Warga
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Jalan Raya Puncak Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, MEGAMENDUNG - Wacana penerapan sistem ganjil-genap di Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor rupanya belum sampai ke masyarakat setempat.

Jujum, warga Kampung Cibogo RT 05 RW 03 Desa Cipayung, Kecamatan Megabendung, Kabupaten Bogor, mengatakan, dirinya baru mengetahui soal wacana ganjil-genap di Puncak.

"Baru dengar saya bakal diterapkan sistem ganjil genap di Puncak. Tapi kalau untuk mengurangi kemacetan, saya setuju saja," katanya, ketika ditemui TribunnewsBogor.com, Kamis (11/10/2018).

Ia menambahkan, bila sistem ganjil genap terealisasikan, Jujum berharap hal tersebut cepat diberlakukan.

Sebab, dirinya terkadang merasa kesal bila ingin bepergian karena macet.

"Tapi belum diketahui kan, sistem one way tetap berlaku atau engga bila ganjil genap diberlakukan. Kalau uji coba, secepatnya saya setuju," tuturnya.

Pekerja PT HM Sampoerna, Ajis Hermansyah, mengaku setuju bila sistem ganjil genap diterapkan di hari libur atau weekend.

"Saya menjadi supir dengan trayek Gadog sampai Cipayung. Kalau hari biasa juga diberlakukan, bagaimana saya bisa bekerja? Mobil saja plat hitam," jelas Ajis.

Sementara Yayan, pedagang souvenir di jalan Raya Puncak, mengatakan tidak setuju bila diberlakukan sistem ganjil genap.

Yayan sendiri menjelaskan, ia khawatir pendapatannya akan menurun bila diterapkan sistem ganjil genap.

"Saya saja baru dengar kalau ada wacana sistem ganjil genap. Kalau peraturan ini diterapkan, saya enggak setuju. Rata-rata yang datang ke Puncak kan orang dari luar Bogor. Kalau ini diterapkan, saya khawatir pengunjung akan malas ke Puncak karena sistem baru ini. Ini berakibat ke omzet saya," jelasnya.

Lainnya, supir angkutan umum (angkot) 02A jurusan Cisarua - Sukasari, Iwan, setuju bila diterapkan sistem ganjil genap.

"Saya setuju bila sudah jelas aturannya, yakni dari pukul berapakah, kapan, kendaraan apa saja, angkot termasuk tidak, dan lain-lain," tutur Iwan.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help