Kritik Prabowo: Pengkhianatan Dilakukan oleh Elite Bangsa Kita Sendiri Terhadap Rakyatnya

Menurut dia, kalangan elite saat ini tidak lagi berpikir tentang kepentingan masyarakat melainkan kepentingan kelompoknya sendiri.

Kritik Prabowo: Pengkhianatan Dilakukan oleh Elite Bangsa Kita Sendiri Terhadap Rakyatnya
Tribunnews.com
Tribunnews.com/Taufik Ismail/Calon Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said menyambangi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (6/7/2018) malam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Selama hampir satu jam, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara di hadapan ribuan anggota Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) LDII, di Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Pondok Gede, Jakarta Timur, Kamis (11/10/2018).

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan kritik dan pandangannya atas situasi ekonomi di Indonesia, sebagaimana yang pernah ia tulis dalam bukunya, Paradoks Indonesia.

Ketua umum Partai Gerindra itu menyebutkan, saat ini telah terjadi upaya pengkhianatan yang dilakukan oleh kalangan elite terhadap masyarakatnya sendiri.

Menurut dia, kalangan elite saat ini tidak lagi berpikir tentang kepentingan masyarakat melainkan kepentingan kelompoknya sendiri.

Akibatnya, terjadi kesenjangan sosial antara masyarakat dan kalangan elite.

"Ada masalah besar di republik kita, pendapat saya, bahwa saya melihat ada satu pengkhianatan terjadi. Pengkhianatan ini dilakukan oleh elite bangsa kita sendiri terhadap rakyatnya," ujar Prabowo.

"Elite kita tidak berpikir kepentingan yang besar, rakyat, mereka berpikir kepentingan kelompoknya masing-masing, dirinya, keluarganya, sehingga disconnect terjadi, suatu jurang terjadi antara realita masyarakat dan kehidupan elite. Ini sudah berjalan puluhan tahun," kata dia.

Prabowo menilai, ketimpangan sosial tersebut terlihat jelas dari kejanggalan atau paradoks yang dirasakannya.

Ia mengatakan, Indonesia memiliki seluruh sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi negara industrial yang terkemuka.

Kenyataannya, sebagian masyarakat Indonesia justru tidak menikmati hasil kekayaan alam tersebut.

Halaman
12
Editor: Vivi Febrianti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help