Pilpres 2019

Panwaslu Akan Telusuri Dugaan Guru SMAN 5 Kota Bogor yang Ajak Siswa Tak Pilih Jokowi-Ma'ruf Amin

Bila terbukti, maka guru yang mengajak para siswa agar tidak memilih Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 itu, akan dipanggil.

Panwaslu Akan Telusuri Dugaan Guru SMAN 5 Kota Bogor yang Ajak Siswa Tak Pilih Jokowi-Ma'ruf Amin
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
SMA Negeri 5 Kota Bogor 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR BARAT - Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bogor, Yustinus Eliyas berkata akan melakukan penelusuran ke SMAN 5 Kota Bogor soal dugaan guru yang mengajak siswanya untuk tidak memilih calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin.

Yustinus menjelaskan, penelusuran ini dilakukan karena banyaknya informasi yang masuk dari masyarakat.

"Mulai hari ini selama tujuh hari ke depan, kami melakukan penelusuran dan akan dilakukan oleh pengawas Kecamatan Bogor Barat," katanya, ketika dihubungi TribunnewsBogor.com, Jumat (12/10/2018).

Bila terbukti, maka guru yang mengajak para siswa agar tidak memilih Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 itu, akan dipanggil.

Kepsek SMA Negeri 5 Kota Bogor Bantah Ada Guru yang Ajak Siswa Tak Pilih Jokowi-Maruf Amin

"Kalau memang terbukti bersalah, maka akan dilakukan pemanggilan untuk dimintai klarifikasi. Dan bila dari hasil klarifikasi ini terbukti adanya pelanggaran, maka oknum guru tersebut akan diberi hukuman," jelasnya.

Sanksi yang diberikan, kata Yustinus, tergantung tingkat kesalahannya.

Bila pelanggarannya ringan, maka akan direkomendasikan agar oknum guru tersebut diturunkan jabatannya.

"Dan bila ternyata pelanggaran yang dilakukan oleh oknum guru tersebut adalah pelanggaran berat, maka sanksi yang diberikan adalah tidak mendapat gaji selama setahun, bahkan bisa sampai pemecatan," tegasnya.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help