Pilpres 2019

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan ke Prabowo-Sandi, 'Sini Mas Mampir ke Jogja'

Clara Sumarwati akhirnya buka suara bahwa dirinya adalah wanita pertama Indonesia dan Asia Tenggara yang mencapai puncak Everest 1996.

Wanita Diduga Pendaki Pertama Everest Sampaikan Pesan ke Prabowo-Sandi, 'Sini Mas Mampir ke Jogja'
kolase Youtube (Matanajwa)/Indonesian Climbing Record
Mardani Ali Sera dan Clara Sumarwati 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ternyata bukan Prabowo Subianto orang pertama yang menaklukkan Gunung Everest, tapi seorang wanita asal Yogyakarta bernama Clara Sumarwati.

Clara Sumirwati ini juga bahkan sudah memberikan klarifikasinya menegaskan bahwa memang dirinyalah wanita pertama Indonesia dan Asian Tenggara yang berhasil mencapai puncak Gunung Everest tahun 1996.

Pada awalnya, kabar mengenai pendaki pertama puncak Everest viral di media sosial Twitter, terhitung sejak pernyataan Mardani Ali Sera di program TV, Mata Najwa, Rabu (10/10/2018).

Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, ini menyebut bahwa penakluk pertama puncak Gunung Everest di Asia Tenggara adalah Prabowo dan tim kopasusnya.

"Prabowo sudah membuktikan kualitasnya, 26 April 1997, ketika tidak ada satu orang pun dari Asia Tenggara yang mampu menaklukan Everest, Prabowo dengan tim kopasusnya mampu menaklukan gunung tertinggi di dunia. Itu ciri kepemimpinan utama. Prabowo punya kemampuan membereskan masalah," ujar Mardani Ali Sera dalam orasi di Mata Najwa.

Pernyataan Mardani Ali Sera ini dipatahkan oleh banyaknya netizen di media sosial Twitter yang mengungkap kebenaran aslinya.

Dihimpun dari laman Twitter @PakarLogika menyebutkan bahwa pernyataan Mardani Ali Sera ini tidak tepat.

Pasalnya, yang menjadi orang pertama berwarga negara Indonesia sekaligus wanita pertama di Asia Tenggara yang mendaki dan mencapai puncak Gunung Everest adalah Clara Sumarwati.

Clara Sumarwati berhasil mencapai puncak Gunung Everest, yang merupakan gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 8.848 meter di atas permukaan laut, pada 26 September 1996.

Yang artinya, satu tahun lebih awal jika dibandingkan dengan pernyataan Mardani Ali Sera.

Halaman
1234
Penulis: Uyun
Editor: Vivi Febrianti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved