Harga Premium Batal Naik, Dahnil Anzar : Pak Jokowi Sudah Tepat

Ia pun juga menuding pihak-pihak yang mengatakan harga stabil dan daya beli masyarakat sedang bagus adalah sebuah kebohongan.

Harga Premium Batal Naik, Dahnil Anzar : Pak Jokowi Sudah Tepat
TRIBUNNEWS.COM/Ilham Rian Pratama
Dahnil Anzar Simanjuntak 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjutak, menyebut langkah Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk membatalkan kenaikan harga BBM jenis premium sudah tepat.

Melalui akun Twitter @Dahnilanzar pada Sabtu (13/10/2018), ia mengatakan bahwa Jokowi sadar betul daya beli masyarakat sedang sulit karena harga-harga yang mahal.

Ia pun juga menuding pihak-pihak yang mengatakan harga stabil dan daya beli masyarakat sedang bagus adalah sebuah kebohongan.

"Terkait dengan pembatalan tiba-tiba kenaikan Premium, saya kira Pak @jokowi sudah tepat, beliau sadar betul daya beli masyarakat sedang sulit, harga2 mahal, dan lapangan pekerjaan sdng sulit. Jadi, bohong bila menyebut harga stabil, daya beli masy sedang bagus dll.," tulisnya.
Dahnil Anzar Anggap Langkah Jokowi Tepat
Dahnil Anzar Anggap Langkah Jokowi Tepat (Capture Twitter/@Dahnilanzar)

Sebelumnya diberitakan bahwa Jokowi menyebut pihak pemerintah sudah memutuskan untuk menaikkan harga bahan bakar minyak, termasuk jenis premium, sejak satu bulan lalu.

 

Keputusan tersebut diambil karena kenaikan harga minyak mentah.

"Kenaikan harga BBM, tidak hanya premium saja, pertamax, dex, itu memang sudah kita bicarakan sebulan lalu, dan sudah kita putuskan naik, naik," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Bogor, Sabtu (13/10/2018), dikutip TribunWow.com dari kompas.com.

Setelah kenaikan harga diumumkan, Jokowi pun mengaku mendapatkan hitung-hitungan baru bahwa konsumsi masyarakat akan menurun jika harga BBM jenis premium dinaikkan.

Padahal, konsumsi masyarakat ini sangat penting bagi perekonomian yang masih tergantung pada sektor konsumsi.

"Karena pertumbuhan ekonomi sekarang ini, kita masih ditumpu 56 persen oleh konsumsi. Kita dalam proses membalikkan dari konsumsi ke produksi, tapi ini belum sampai," kata Jokowi.

Di saat bersamaan, Jokowi juga mendapat hitung-hitungan dari Pertamina.

Pertamina ternyata tidak akan mendapat keuntungan signifikan jika harga BBM jenis premium dinaikkan menjadi Rp 6.900- Rp 7.000 per liter.

Atas dua pertimbangan tersebut, Jokowi pun akhirnya membatalkan kenaikan harga BBM beberapa menit usai Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan Premium naik pada Rabu (10/10/2018). (TribunWow.com/Ifa Nabila)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Harga Premium Batal Naik, Dahnil Anzar: Langkah Jokowi Sudah Tepat, Masyarakat Sedang Sulit

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help