Hadiri Pertemuan IMF- World Bank, Bima Arya Bicarakan Soal Kota Bogor

kata Bima, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mewujudkan akselerasi pembangunan.

Hadiri Pertemuan IMF- World Bank, Bima Arya Bicarakan Soal Kota Bogor
istimewa
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto saat menjadi pembicara dalam ajang International Monetary Fund (IMF) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Sachril Agustin Berutu

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Walikota Bogor, Bima Arya membicarakan Kota Bogor ketika menjadi pembicara dalam International Monetary Fund (IMF) dan World Bank di Westin Hotel Nusa Dua, Bali, pada Sabtu (13/10/2018) lalu.

Bima mengungkapkan, saat ini, Kota Bogor tengah menghadapi dua tantangan arus simultan, yakni mengenai pertumbuhan penduduk dan Kota Bogor yang menjadi bagian dalam megapolitan Jabodetabek.

"Kota Bogor adalah bagian dari megacity atau megapolitan Jakarta dan sekitarnya dan menempati posisi kedua setelah Tokyo dalam hal jumlah penduduk, yakni 32 juta jiwa. Belum lagi dari commuterline yang setiap harinya ada 800 ribu orang per harinya yang pulang pergi Jakarta-Bogor," katanya, dari keterangan resmi tertulis yang diterima TribunnewsBogor.com, Minggu (14/10/2018).

Bima melanjutkan, jumlah pengunjung yang datang ke Bogor ketika weekend terus meningkat, dan sekarang berada di angka 300 ribu - 400 ribu orang.

Dikarenakan padatnya penduduk ini, kata Bima, perlu dilakukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar arus urbanisasi diiringi dengan peningkatan infrastruktur dan layanan publik yang efektif dan efisien.

"Dikarenakan ritme pemerintahan yang saat ini serba cepat, penting untuk melibatkan pihak swasta dalam kontribusi pembangunan. Hal ini karena negara berkembang tengah menghadapi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.

Masih kata Bima, pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mewujudkan akselerasi pembangunan.

"Peran pihak swasta untuk mendukung pembiayaan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu kunci sukses. Seperti arahan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, agar daerah bisa mencari sumber pembiayaan lain, salah satunya melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU). Namun, format ini sedang dimatangkan agar pas dan sesuai aturan," bebernya panjang lebar.

Dari IMF-World Bank ini, dimanfaatkan Bima untuk membuka jalur kerjasama dan minat pihak swasta agar tertarik ikut terlibat dalam pembangunan daerah.

"Dalam pertemuan tadi, paling tidak Kota Bogor sudah masuk dalam radar dari world bank dan IMF untuk menjadi salah satu wilayah yang menjadi perhatian," tutupnya.

Penulis: Sachril Agustin Berutu
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help