Pengamat Sebut Pelemahan Rupiah Mereda Usai Pemilu 2019

Pelemahan rupiah dinilai masih akan terus berlangsung, tetapi tidak sampai pada depresiasi yang terlampau tajam.

Pengamat Sebut Pelemahan Rupiah Mereda Usai Pemilu 2019
KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN
Uang dollar Amerika Serikat dan rupiah di sebuah bank nasional di Jakarta, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Rektor Unika Atma Jaya sekaligus pengamat ekonomi Agustinus Prasetyantoko menuturkan pelemahan nilai tukar rupiah akan mulai mereda ketika pemilu 2019 selesai.

Kondisi itu dinilai sama dengan saat menjelang pemilu tahun 2014 silam, ketika nilai tukar rupiah kala itu juga mengalami pelemahan atau terdepresiasi.

"Kalau dibandingkan dengan situasi tahun 2013 misalnya, waktu itu tekanannya sama. CAD (Current Account Deficit) saat itu lebih jelek dari sekarang. Waktu itu mau pemilu juga, situasinya mirip. Lalu kita take off dari situasi tersebut," kata Agustinus dalam diskusi di Hotel Millenium, Rabu (17/10/2018).

 

Menurut Agustinus, ketika pemenang pemilu presiden-wakil presiden nanti telah diketahui, nilai tukar rupiah akan kembali rebound alias menguat kembali.

Dia menyebutkan, hal tersebut dengan turut mempertimbangkan tekanan dari kondisi eksternal serta upaya dari dalam negeri untuk mencegah depresiasi terjadi terlalu dalam.

Dalam waktu dekat, nilai tukar rupiah dipastikan akan terus mengalami dinamika. Tekanan eksternal yang di antaranya berupa ketegangan perdagangan hingga upaya normalisasi di AS dengan menaikkan suku bunga acuannya juga disebut masih akan terjadi dua hingga tiga tahun mendatang.

Meski begitu, Agustinus meyakini masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan dinamika nilai tukar. Keyakinan tersebut didasari salah satunya oleh hasil riset lembaga asal Jepang, Nomura, yang menempatkan Indonesia sebagai satu dari delapan negara dengan risiko ekonomi terendah.

"Jadi, kalau dilihat situasi itu, yang menuju 2019 dan studi dengan indikator yang menunjukkan seperti apa, nampaknya kita tidak perlu terlalu khawatir dengan situasi rupiahkita yang memburuk," tutur Agustinus.

Pelemahan rupiah dinilai masih akan terus berlangsung, tetapi tidak sampai pada depresiasi yang terlampau tajam.

Agustinus juga mengungkapkan kemungkinan besar level Rp 15.000 merupakan titik keseimbangan baru dari nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelemahan Rupiah Diprediksi Mereda Setelah Pemilu 2019"

Editor: Damanhuri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved