Breaking News

IPB Gencarkan Program Drone Desa untuk Dorong Agro Maritim 4.0

Dia menjelaskan bahwa sepanjang penelitiannya di berbagai daerah, masih banyak potensi desa yang belum terpetakan dengan akurat.

Editor: Damanhuri
Istimewa
Diskusi Agro Maritim 4.0 di Kampus IPB Barangsiang, Kota Bogor, Sabtu (27/10/2018) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -  Kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) IPB, Sofjan Sjaf mengatkan saat ini ada gejala migrasi profesi penduduk desa berusia produktif yang menjadi salah satu faktor berkurangnya regenerasi di sektor agro maritim.

"Seperti disampaikan Pak Rektor, banyak anak muda yang menganggap image petani atau nelayan itu, kotor, bau dan sebagainya," kata Sofyan dalam diskusi Agro Maritim 4.0 di Kampus IPB Barangsiang, Kota Bogor Sabtu (27/10/2018) lalu

Menurutnya, salah satu persoalan desa lantaran kurangnya basis data yang akurat, padahal hal ini amat penting untuk memaksimalkan potensi agro maritim di desa tersebut.

"Perlu ada pembenahan RPJMDes (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa)," kata dia.

Lebih lanjut ia menambahkan, PSP3 saat ini memiliki program 'Drone Desa' yang salah satu tujuannya adalah untuk memetakan potensi sebuah daerah.

Dia menjelaskan bahwa sepanjang penelitiannya di berbagai daerah, masih banyak potensi desa yang belum terpetakan dengan akurat.

"Misalnya soal lahan hingga jumlah penduduk," jelas dia.

Ia juga memaparkan, saat ini PSP3 IPB juga tengah melaksanakan program Aksi Inovasi Petani Muda sebagai salah satu upaya menekan arus urbanisasi.

Sofyan menjelaskan, salah satu faktor kaum muda enggan menjadi petani lantaran minimnya pengetahuan dan sosialisasi yang kurang.

"Maka dari itu, kami menggandeng para sarjana-sarjana pertanian dari beberapa universitas untuk terlibat dalam aksi ini. Tujuannya memberikan pencerahan mengenai potensi dan prospek sektor agro maritim," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved