Mahasiswa IPB Gagas Estafetkebaikan.com, Platform Pengelola Dana Desa yang Efektif

Mereka memiliki gagasan inovatif untuk pemberdayaan potensi desa-desa di nusantara melalui Estafetkebaikan.com

Mahasiswa IPB Gagas Estafetkebaikan.com, Platform Pengelola Dana Desa yang Efektif
Humas IPB
Mahasiswa IPB, Edo Bagasunanda (Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB) dan Zulfa Fauziah (Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB) berhasil meraih juara pertama dalam lomba karya tulis mahasiswa nasional. 

 TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Upaya pengembangan dan inovasi untuk bangsa terus dilakukan seluruh sivitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB). 

Kali ini dua mahasiswa IPB, Edo Bagasunanda (Departemen Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan IPB) dan Zulfa Fauziah (Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB) berhasil meraih juara pertama dalam lomba karya tulis mahasiswa nasional. 

Mereka memiliki gagasan inovatif untuk pemberdayaan potensi desa-desa di nusantara melalui Estafetkebaikan.com, sebuah platform website berbasis crowdfunding untuk meningkatkan sistem perekenomian desa yang terintegrasi.

Karya tulis tersebut diikutkan dalam lomba karya tulis nasional Mechanomorposa II yang diadakan oleh Universitas Bangka Belitung (UBB) pada awal Oktober lalu. 

Gagasan Estafetkebaikan.com diinisiasi karena kerisauan dua mahasiswa IPB ini akan kurang efektifnya pendanaan untuk pemberdayaan desa. 

Dengan adanya platform ini akan menghubungkan donator dengan komunitas di desa-desa tertinggal dengan sistem crowdfunding dan metode e-comment (Education, Coaching, and Training).

“Pemberdayaan potensi desa dengan melakukan crowdfunding  berbasis website menjadi solusi efektif dalam membantu permodalan usaha masyarakat desa untuk meningkatkan lapangan pekerjaan. Sistem ini juga mengajarkan gotong royong dan budaya berbagi dengan konsep pemberdayaan masyarakat kecil dan menengah. Melalui platform yang terintegrasi dan metode e-comment, membuat semakin yakin bahwa program pemberdayaan desa yang direncanakan akan terealisasikan,” ujar Edo saat menjelaskan keunggulan karyanya.

Menurutnya, beberapa pendanaan untuk pemberdayaan desa kadangkala belum berjalan maksimal hingga tahap akhir dan evaluasi.

Oleh karena itu mereka memberikan edukasi untuk memberikan wawasan dan motivasi masyarakat desa untuk mengembangkan produk unggulan, selanjutnya dilakukan coaching atau pelatihan sekaligus evaluasi program serta dengan adanya mentoring atau pendampingan secara berkala untuk memastikan keberlanjutan program. 

Setelah melalui berbagai seleksi dari abstrak, hingga full paper, tim IPB berhasil masuk lima besar dan sukses membawa piala juara pertama dalam kompetisi ini. 

“Ini adalah pengalaman pertama kami sebagai mahasiswa semester tiga mencoba mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Dan alhamdulillah bisa meraih juara. Dewan juri sangat tertarik dengan karya kami dengan ide yang kami tawarkan, bahkan dewan juri berharap karya kami mendapatkan dukungan dari instansi terkait untuk segera diimplementasikan,” papar Zulfa.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved