Lion Air JT610 Jatuh

Guru Arif Yustian: Sedih tapi Bangga Dia Gugur Dalam Tugas Sebagai Analis Kimia

Ia mengaku bahwa ketika muridnya itu dikabarkan menjadi korban tragedi pesawat Lion Air JT610, ia langsung terpukul.

Guru Arif Yustian: Sedih tapi Bangga Dia Gugur Dalam Tugas Sebagai Analis Kimia
TribunnewsBogor.com/Naufal Fauzy
Arif Yustian (20) 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Naufal Fauzy

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOJOGGEDE - Guru Kelas Analis Kimia Smakbo, Sofyan Sauri, ikut langsung mengikuti prosesi pemakaman muridnya, Arif Yustian (20), Jumat (9/11/2018).

Sebagai gurunya sewaktu Arif masih mengenyam pendidikan di Smakbo, Sofyan mengaku tahu betul tentang Arif.

"Arif itu soleh, bertanggungjawab, tidak macem-macem, rajin," kata Sofyan saat ditemui di rumah duka Arif Yustian di Desa Rawa Panjang, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jumat (9/11/2018).

Ia mengaku bahwa ketika muridnya itu dikabarkan menjadi korban tragedi pesawat Lion Air JT610, ia langsung terpukul.

Bahkan hal itu, kata dia, juga dirasakan oleh semua guru-guru dan keluarga besar Smakbo (Sekolah Menengah Analis Kimia Bogor).

"Mendengar kabar, kita semua guru-guru dan keluarga besar Smakbo ini terpukul juga. Cuman, ya bangga juga beliau gugur dalam tugas sebagai analis kimia," katanya.

"Sedih, namun kalau melihat tugas dan tanggungjawabnya ya seperti itu dan tuhan berkehandak seperti itu. Semua mendoakan isnya Allah Arif Yustian itu adalah orang yang khusnul khotimah," tambah Sofyan.

Diberitakan sebelumnya, korban tragedi Lion Air JT610 asal Bojonggede Bogor, Arif Yustian dimakamkan Jumat (9/11/2018) siang.

Arif pulang ke kampung halaman setelah sebelumnya Polri merilis 20 jenazah korban Lion Air JT610 yang berhasil diidentifikasi melalui DNA dan salah satunya adalah Arif Yustian.

Penulis: Naufal Fauzy
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved