Jokowi: Politik itu Bukan untuk Menakut-nakuti

Kegembiraan demokrasi ini tentu hanya dapat dicapai dengan cara-cara yang sesuai dengan kesantunan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Jokowi: Politik itu Bukan untuk Menakut-nakuti
TribunnewsBogor.com/Sachril Agustin Berutu
Presiden Jokowi saat mengecek harga dan berbelanja di Pasar Bogor, Kota Bogor, Selasa (31/10/2018) malam. 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Politik dan pesta demokrasi bangsa kita sudah semestinya disambut dan dihinggapi rasa gembira oleh masyarakat Indonesia.

Dengan kegembiraan itu, masyarakat dapat memberikan suaranya secara jernih dan rasional bagi pemimpin yang dirasa tepat memimpin Indonesia.

Hal itu adalah pandangan sekaligus harapan Presiden Joko Widodo terkait pesta demokrasi di negara ini.

 
Kegembiraan demokrasi ini tentu hanya dapat dicapai dengan cara-cara yang sesuai dengan kesantunan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Politik yang dibiarkan berjalan dengan menihilkan etika sudah sewajarnya kita hindari.

"Kita harus mengarahkan kematangan dan kedewasaan berpolitik dengan cara-cara seperti itu (santun). Oleh sebab itu, sering saya sampaikan: hijrah dari ujaran kebencian kepada ujaran kebenaran, hijrah dari pesimisme kepada optimisme, hijrah dari kegaduhan ke kerukunan dan persatuan," ujar Presiden.

Pernyataan Presiden tersebut disampaikan selepas meresmikan jalan tol Pejagan-Pemalang dan Pemalang-Batang di Kabupaten Tegal pada Jumat, 9 November 2018.

Dalam acara sebelumnya di Gelanggang Olahraga Tri Sanja, Kepala Negara sempat menyinggung soal kesantunan yang dirasa menghilang dari sejumlah perilaku berpolitik.

Ia melihat bahwa sekarang ini banyak politikus yang pandai memengaruhi masyarakat. Namun, yang amat disayangkan olehnya, para pelaku politik cenderung tidak memandang etika berpolitik dan keberadaban.

"Coba kita lihat politik dengan propaganda menakutkan, membuat ketakutan dan kekhawatiran. Setelah takut, yang kedua membuat sebuah ketidakpastian. Masyarakat emang digiring untuk ke sana. Dan yang ketiga, masyarakat akan menjadi ragu-ragu," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved