Mapolsek Penjaringan Diserang

Mapolsek Penjaringan Diserang - Depresi Batal Nikah, Rohandi Menyerang karena Ingin Ditembak Polisi

Rachmat menyampaikan, Rohandi depresi karena penyakit getah bening yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Mapolsek Penjaringan Diserang - Depresi Batal Nikah, Rohandi Menyerang karena Ingin Ditembak Polisi
Kompas.com
Petugas menginterogasi pelaku penyerangan Mapolsek Metro Penjaringan, Jumat (9/11/2018). (Dokumentasi/ Polsek Metro Penjaringan) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Rohandi, penyerang Mapolsek Metro Penjaringan, mengaku nekat menyerang kantor polisi agar ditembak mati oleh polisi. Ia mengaku depresi sehingga ingin mati.

"Belum ada (upaya bunuh diri) karena dia takut bunuh diri kemudian dia mengambil jalan pintas dengan menyerang polisi," kata Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar di Mapolsek Metro Penjaringan.

Rachmat menyampaikan, Rohandi depresi karena penyakit getah bening yang dideritanya tidak kunjung sembuh.

Selain itu, Rohandi sulit mendapatkan pekerjaan dan sering mengurung diri di kamarnya.

"Dia depresi, mau nikah batal, terus sakit juga, enggak kerja, sering dimarahi juga. Dia kakaknya ada tiga dan sering marahi dia," ujar Rachmat.

Polisi berencana memeriksakan Rohandi ke psikiater untuk mengecek kesehatan jiwanya.

Akibat perbuatannya, Rohandi dijerat Pasal 213 KUHP dan Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman lima tahun dan sepuluh tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, Rohandi menyerang Mapolsek Metro Penjaringan, Jumat dini hari.

Seorang polisi mengalami luka ringan akibat kejadian itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pelaku Sengaja Serang Mapolsek Penjaringan agar Ditembak Mati Polisi"

Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved