Peserta Tes CPNS 2018 Menangis Karena Tak Lulus, Cuma Kurang 2 Poin

Pria yang melamar untuk formasi perawat terampil menangis karena nilainya kurang dua poin untuk bisa melampaui passing grade yang ditetapkan.

Peserta Tes CPNS 2018 Menangis Karena Tak Lulus, Cuma Kurang 2 Poin
Tribunnews.com/Naufal Fauzy
ILUSTRASI - suasana tes CPNS di gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Rosyidi, seorang peserta tes calon pegawai negeri sipil ( CPNS) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menangis meraung-raung ketika keluar dari ruang tes di Grand Imperial Ballroom di Mataram, Kamis (8/11/2018).

Pria yang melamar untuk formasi perawat terampil menangis karena nilainya kurang dua poin untuk bisa melampaui passing grade yang ditetapkan.

Dia mengaku sangat sedih dan menyesal karena tidak bisa melampaui passing grade hanya karena nilainya kurang dua poin.

Padahal, nilai pada tes lainnya mencapai hampir dua kali lipat.

"Saya hanya kurang dinilai tes karakteristik pribadi dengan nilai 141, sementara passing grade-nya 143. Sedangkan untuk tes wawasan kebangsaan (TWK) minimal 75, saya mendapat nilai 120 dan tes intelegensi umum (TIU) berhasil dapat 105 dari target nilai tertinggi 80," katanya.

Laki-laki kelahiran tahun 1995 ini pun coba dihibur oleh sejumlah rekannya karena dari ratusan peserta tes CPNS pada sesi pertama hari ini hanya ada beberapa saja yang berhasil lulus.

TERPOPULER- Pamer Potret di Pagi Hari Bareng Irwan Mussry, Maia Estianty: Sarapan dengan Teman Hidup

Terkait hal itu, Rosyidi berharap ada kebijakan pemerintah untuk menurunkan passing grade seperti tahun lalu yang hanya 128.

Dia kesal karena tingkat kesulitan menjadi berbeda dan kemungkinan lulus menjadi sangat kecil.

"Yang lebih konyolnya lagi, jika kekurangan 2 poin jadi patokan. Apalagi di TKP, sebab kepribadian sifatnya subjektif tidak bisa dinilai. Kita memiliki sudat pandang berbeda yang dipengaruhi banyak faktor termasuk budaya," katanya.

Oleh karena itu, Rosyidi akan merasa adil ketika tingkat kelulusan CPNS nantinya ditetapkan berdasarkan perangkingan.

Halaman
12
Editor: Yudhi Maulana Aditama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved