Prostitusi Online Marak di Kota Bogor, Bima Arya Desak Kominfo Blokir Medsos yang Dipakai Transaksi

Bima Arya juga meminta masyarakat untuk menyuarakan dan mendukung agar masyarakat ikut mengawasi ruang gerak prostitusi online.

Prostitusi Online Marak di Kota Bogor, Bima Arya Desak Kominfo Blokir Medsos yang Dipakai Transaksi
TribunnewsBogor.com/Lingga Arvian Nugroho
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto 

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Lingga Arvian Nugroho

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR TENGAH - Wali Kota Bogor Bima Arya mendesak Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk segera memblokir akun media sosial.

Desakan Bima Arya mengacu pada banyaknya modus prostitusi yang menggunakan media sosial.

"Kepada pemerintah pusat dalam hal ini kementerian kominfo untuk bersikap tegas menutup, memblokir semua laman media sosial aplikasi yang membuka ruang terjadinya prostitusi online," katanya dihadapan masa aksi 911, Jumat (8/11/2018).

Bima Arya juga meminta masyarakat untuk menyuarakan dan mendukung agar masyarakat ikut mengawasi ruang gerak prostitusi online.

Ia pun meminta agar masyatakat ikut menyuarakan kepada pemeintah pusat agar aplikasi dan media sosial yang menjadi alat prostitusi di blokir

"Kami minta dukungannya kepada semua yang ada disini untuk menyuarakan membuka kepedulian warga terhadap prostitusi online yang sekarang marak di Kota Bogor saya perintahkan camat lurah dan kepala dinas semuanya mengawasi apartmen koskosan hotel dan restoran agar tidak ada  hal hal dan kemaksiatan disana," ujarnya.

Penulis: Lingga Arvian Nugroho
Editor: Ardhi Sanjaya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved