Polemik Habib Rizieq

Transkip Lengkap Video Klarifikasi Habib Rizieq Shihab - Dari Bendera Hingga Pesan untuk Jokowi

Berikut ini sebagian besar klarifikasi yang disampaikan Rizieq Shihab sebagaimana ditranskrip oleh Tribunnews.com dari akun YouTube

Transkip Lengkap Video Klarifikasi Habib Rizieq Shihab - Dari Bendera Hingga Pesan untuk Jokowi
Capture Youtube Front TV
Klarifikasi Habib Rizieq Shihab 

Kemudian dalam pertemuan dengan aparat Arab Saudi tadi, mereka meminta kesediaan saya untuk ikut ke kantor polisi dalam rangka untuk dimintai keterangan. karena itu saya tidak ingin menjadi perhatian tetangga atau orang adanya aparat keamanan yang datang, saya setuju dan saya berangkat bersama mereka.

Jadi tidak betul jika ada berita saya ditangkap, saya ditahan, rumah saya disergap, kemudian digeledah, itu semua bohong. Jadi tidak ada penggeledahan, tidak ada penyergapan. Yang ada mereka datang, mereka turunkan poster, mereka minta saya menemui mereka dan mereka minta kesediaan saya memberikan keterangan di kantor polisi.

Saat memberikan keterangan di kepolisian, ada tiga pertanyaan utama yang diberikan kepada saya. Pertama, apakah saya yang menempelkan poster tersebut, maka saya jawab dengan tegas dan singkat, 'bukan'.

Kemudian yang kedua pertanyaanya, apakah saya tahu siapa yang orang atau pihak yang menempelkan poster tersebut maka saya jawab dengan tegas dan singkat saya tidak tahu.

Nah kemudian pertanyaan yang ketiga, apakah saya ada menduga atau mencurigai ada pihak pihak tertentu yang ingin mencelakai saya, sehingga menempatkan poster tersebut agar saya bermasalah dengan pihak keamanan di Saudi.

Nah dibagian ketiga ini saya bercerita cukup panjang, saya ceritakan tentang posisi saya, tentang apa yang saya hadapi selama ini, tentang adanya berbagai upaya-upaya jahat yang dilakukan oleh sementara pihak untuk mencelakakakan kami sekeluarga, kemudian pihak kepolisian Saudi Arabia menggali informasi lebih banyak berkaitan dengan pertanyaan nomor tiga tersebut sehingga pemeriksaan berlangsung hingga tengah malam.

Karena sudah lewat tengah malam, pihak kepolisian minta saya istirahat dan untuk menginap saja di sana karena ada beberapa bagain yang harus dirapikan terkait bagian administrasi di kantor polisi. Saya setuju , saya menginap di sana, kesesokan harinya saya dilanjutkan satu dua pertanyaan, selesai itu kemudian mereka rapikan administrasinya.

Nah pada saat saya menunggu proses daripada proses keadministrasian, kepolisian menyatakan saya sebagai korban, jadi saya bukan sebagai pelaku kejahatan, saya sebagai korban, bahkan polisi memahami betul ada pihak-pihak yang sampai saat ini masih dicari ingin memfitnah saya terkait dengan organisasi ISIS, terkait dengan tindak terorisme, dan lain sebagainya untuk membuat saya menjadi bersamasalh di Saudi Arabia.

Tapi alhamdulilah pihak keamana Saudi Arabia ini mereka cukup cermat, cukup teliti, cukup cerdas, cukup santun dan koopertif dan mereka jeli menggeli keterangan dan memutuskan saya sebagai korban. dan kemudian saya dipersilahkan kembali.

Saat saya ingin kembali tentu ada adminisitarsi yang harus diselesaikan dulu, tandatangan, cap jempol, identitas dan sebagainya , saat itu kafilah saya datang didampingi oleh utusan dari pak Konjen yaitu kepala konsulat jenderal Republik Indonesia di Jeddah. Jadi ada satu orang yang diutus oleh pak konjen untuk pendampingan kekonsuleran. Tapi memang saat itu masalah sudah selesai. Saya hanya tinggal pulang. Nah kemudian saya pulang, utusan dari konjen pun ikut ke rumah saya dan bercerita apa apa yang saya diminta keterangan dan saya berikan keterangan itu pada pihak konsulat.

Halaman
123
Editor: Ardhi Sanjaya
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved