ZITE, Cookies Tulang Ikan Tinggi Kalsium Karya Mahasiswa IPB

ZITE merupakan cookies dengan campuran bahan yang berasal dari tulang ikan.

ZITE, Cookies Tulang Ikan Tinggi Kalsium Karya Mahasiswa IPB
Humas IPB
Raisa (Departemen Gizi Masyarakat), Lutvi Abdullah (Departemen Kimia), Ahmad Al Banjaran (Departemen Ilmu Komputer), serta Rita Syafitri (Departemen Manajemen) menciptakan Zwieback of Fish Bone Based on Barcode Novelty Technology (ZITE) 

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Terinspirasi dari kampanye yang dilakukan oleh Food and Agriculture Organization (FAO) mengenai zero food waste, empat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) menciptakan Zwieback of Fish Bone Based on Barcode Novelty Technology (ZITE).

Mereka adalah Raisa (Departemen Gizi Masyarakat), Lutvi Abdullah (Departemen Kimia), Ahmad Al Banjaran (Departemen Ilmu Komputer), serta Rita Syafitri (Departemen Manajemen) ).

ZITE merupakan cookies dengan campuran bahan yang berasal dari tulang ikan.

Bentuk tulang ikan yang dicampurkan dalam cookies fleksibel, tidak selalu berbentuk serbuk, namun dapat juga berbentuk sari tulang ikan.

“Pilihan membuat cookies sebagai bentuk makanan yang dihasilkan karena beberapa alasan. Pertama, cookies merupakan makanan universal yang banyak disukai orang. Kedua, cookies biasa dijadikan camilan sehari-hari oleh masyarakat. Ketiga, mudah dibawa kemanapun. Keempat, awet,” ujar Raisa.

Menurutnya, ZITE memiliki beberapa manfaat dan keunikan tersendiri.

Manfaat dengan adanya ZITE adalah dapat menjadi salah satu solusi dalam mengurangi limbah tulang ikan dan mencegah penyakit akibat kekurangan kalsium.

Salah satu keunikan ZITE terletak pada kemasannya. Kemasan ZITE dilengkapi dengan teknologi barcode yang akan menampilkan kandungan gizi ZITE, kebutuhan gizi manusia per hari, serta info rumah produksi.

Inovasi ini berhasil menjadi Juara II dalam Lomba Cipta Karya Inovasi (LKCI) dalam ajang perlombaan Festival Air 2018 “Water For Future” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumberdaya Perairan (Himasper) IPB dan Rumah KIR Indonesia pada awal bulan November ini.

Acara ini mengusung tema “Inovasi Pengelolaan Perikanan dan Kelautan Berbasis Teknologi”.

“Kelompok kami sebenarnya empat orang, namun karena keterbatasan dalam jumlah aturan maksimal kelompok dari pihak perlombaan maka akhirnya diputuskan Saya, Lutvi, dan Ahmad yang mewakili kelompok dalam lomba. Awalnya, kami tidak menyangka dapat meraih juara karena melihat prototype dari kelompok lain yang tidak kalah bagusnya. Namun, dengan menampilkan dan mengusahakan yang terbaik akhirnya kami dapat meraih juara dua,”ujar Raisa.

Untuk kelanjutan ZITE, Raisa berharap agar ZITE kelak dapat diproduksi untuk umum, sehingga dapat didistribusikan dengan baik di dalam negeri sampai diekspor ke mancanegara.

“Selanjutnya ZITE akan dikembangkan juga menjadi food bar atau makanan selain bentuk cookies yang dapat menjadi alternatif makanan untuk sarapan,”terang Raisa.

Editor: Yudhi Maulana Aditama
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved